BREAKING NEWS
Rabu, 09 September 2026

Harga Emas Antam Anjlok, 1 Gram Kini Rp2.610.000

Administrator - Rabu, 09 September 2026 09:39 WIB
Harga Emas Antam Anjlok, 1 Gram Kini Rp2.610.000
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Koreksi harga emas dunia tidak terlepas dari kenaikan harga minyak.

Harga minyak mentah Brent pada perdagangan Selasa ditutup naik 2,29 persen menjadi US$99,39 per barel.

Kenaikan harga minyak dipengaruhi oleh situasi di Timur Tengah yang kembali memanas.

Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat dalam konflik bersenjata.

Amerika Serikat melancarkan serangan terbaru di sekitar Pulau Kharg dan Kota Jask.

Serangan tersebut disebut ditujukan untuk melumpuhkan aktivitas ekonomi Iran.

Kenaikan harga energi dapat meningkatkan risiko inflasi global.

Jika harga minyak terus bertahan pada level tinggi, bank sentral di berbagai negara, termasuk Federal Reserve Amerika Serikat, berpotensi menghadapi tekanan untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.

Kondisi suku bunga menjadi salah satu faktor penting bagi pergerakan harga emas.

Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset.

Ketika suku bunga berada pada level tinggi, biaya peluang memegang emas menjadi lebih besar karena investor dapat memperoleh imbal hasil dari instrumen berbasis bunga.

Karena itu, perkembangan harga minyak, inflasi, dan kebijakan suku bunga bank sentral akan menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas dunia dan harga emas Antam ke depan.* (bb/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Menguat 0,37 Persen ke Rp17.567, Jadi Mata Uang Terkuat di Asia!
IHSG Dibuka Melemah ke 6.685, Ini Daftar Saham yang Menguat dan Tertekan
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp91 Ribu per Kg, Beras Juga Ikut Melonjak
Karya hingga Produk UMKM Warga Binaan Lapas TBA Dilirik Pemko Tanjungbalai, Pemasaran Bakal Diperluas
Lapas Labuhan Ruku Kembangkan Budidaya Pakcoy Hidroponik, Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan Produktif
Sumut Didorong Jadi Penguat Rantai Pasok Regional, Selat Malaka Jadi Kunci
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru