Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Karena metode dan tujuan pengukurannya berbeda, angka kemiskinan yang dihasilkan BPS dan Bank Dunia juga dapat menunjukkan hasil yang berbeda.
BPS mencatat tingkat kemiskinan nasional turun dari 8,47% pada Maret 2025 menjadi 8,07% pada Maret 2026.
Sementara berdasarkan estimasi Bank Dunia untuk 2025, sekitar 3,7% penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan ekstrem. Sebanyak 15,5% berada di bawah garis kemiskinan negara berpendapatan menengah bawah, sedangkan 64,1% berada di bawah garis kemiskinan negara berpendapatan menengah atas.
BPS menegaskan kedua ukuran tersebut sama-sama memiliki kegunaan masing-masing. Garis kemiskinan nasional lebih relevan untuk melihat kondisi masyarakat Indonesia dan menjadi dasar penyusunan kebijakan dalam negeri.
Di sisi lain, garis kemiskinan internasional Bank Dunia digunakan untuk memberikan gambaran yang dapat dibandingkan antarnegara.
Dengan demikian, perbedaan angka 8,07% versi BPS dan 64,1% versi Bank Dunia terutama disebabkan perbedaan standar garis kemiskinan dan tujuan pengukuran, bukan karena adanya perubahan drastis pada kondisi kemiskinan masyarakat Indonesia.* (d/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.