BREAKING NEWS
Senin, 21 September 2026

IHSG Dibuka Melemah 0,48 Persen, Saham EXCL hingga MBMA Masuk Zona Merah

Administrator - Senin, 21 September 2026 09:41 WIB
IHSG Dibuka Melemah 0,48 Persen, Saham EXCL hingga MBMA Masuk Zona Merah
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan Senin, 21 September 2026.

Sejumlah saham yang masuk jajaran LQ45, seperti EXCL, MBMA, dan HRTA, berada di zona merah pada awal perdagangan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.02 WIB, IHSG dibuka terkoreksi 0,48 persen ke level 6.410,56.

Baca Juga:

Dari ratusan saham yang diperdagangkan, sebanyak 220 saham menguat, 241 saham melemah, dan 502 saham stagnan.

Di jajaran saham LQ45, penguatan dipimpin oleh PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang naik 1,11 persen menjadi Rp25.100.

Kemudian PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) menguat 1,09 persen menjadi Rp186, sedangkan PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) naik 0,83 persen menjadi Rp610.

PT Indika Energy Tbk. (INDY) juga menguat 0,73 persen ke level Rp2.750.

Selanjutnya, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 0,68 persen menjadi Rp1.470 dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menguat 0,67 persen menjadi Rp1.510.

Sejumlah saham LQ45 justru mengalami tekanan pada awal perdagangan.

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) mencatat penurunan paling besar di antara saham yang disebut, yakni 2,80 persen menjadi Rp2.430.

PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) turun 1,83 persen menjadi Rp535.

Sementara PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) terkoreksi 1,36 persen ke level Rp2.170.

Pelemahan juga terjadi pada PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) yang turun 1,32 persen menjadi Rp750.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) melemah 1,25 persen menjadi Rp11.825, sedangkan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turun 1,23 persen ke level Rp4.800.

Sebelumnya, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas Brigita Kinari menjelaskan bahwa secara teknikal IHSG pada perdagangan pekan lalu ditutup di level 6.441, atau berada di bawah MA5 dan MA20.

Posisi MA5 secara teknikal disebut membentuk dead cross terhadap MA20.

Kondisi tersebut mengindikasikan adanya tekanan pelemahan dalam jangka pendek.

Meski demikian, IHSG masih bertahan di atas MA60.

Karena itu, tren jangka menengah dinilai belum berbalik dan koreksi yang terjadi masih dapat dibaca sebagai pullback.

Menurutnya, selama IHSG mampu bertahan di atas level 6.370, peluang technical rebound terbuka ke area 6.541–6.581.

Namun, jika level 6.370 ditembus, IHSG berisiko menguji area 6.200–6.279.

"Kami memperkirakan IHSG cenderung konsolidasi dengan tekanan jual yang masih dominan pada awal pekan. Support di 6.200—6.279, resistance di 6.585—6.633," katanya dalam keterangan resminya, Senin (21/9/2026).

Pergerakan IHSG dan saham individual dapat berubah sepanjang sesi perdagangan.

Informasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.* (bi/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Pangan Naik Hari Ini, Cabai Rawit Merah Tembus Rp96 Ribu per Kg!
8 HP Android Ini Punya Desain Mirip iPhone Air, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Harga Emas Antam dan Buyback Turun Hari Ini, Cek Daftar Lengkapnya!
Harga Pangan Akhir Pekan Naik: Beras, Daging Sapi, Telur hingga Cabai Melonjak
Cari HP Murah? Redmi 17 4G dan Nubia A57 Bawa Spesifikasi Menarik, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Harga Emas Antam Hari Ini 20 September 2026 Tak Berubah, 1 Gram Rp2.638.000
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru