BREAKING NEWS
Senin, 21 September 2026

Rupiah Dibuka Merah Hari Ini, Analis Prediksi Bisa Tembus Rp18.000 per Dolar AS

Administrator - Senin, 21 September 2026 09:45 WIB
Rupiah Dibuka Merah Hari Ini, Analis Prediksi Bisa Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin, 21 September 2026.

Rupiah turun 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp17.758 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi ketika dolar AS juga bergerak melemah.

Baca Juga:

Berdasarkan data pasar, indeks dolar AS atau DXY turun 0,01 persen ke level 100,21.

Di kawasan Asia, sebagian besar mata uang justru menguat terhadap dolar AS.

Yen Jepang terapresiasi 0,10 persen, sedangkan won Korea Selatan menguat 0,22 persen. Ringgit Malaysia naik 0,14 persen dan baht Thailand menguat 0,15 persen.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah masih menghadapi risiko pelemahan hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Menurut Ibrahim, tekanan terhadap rupiah dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak mentah dunia, hingga ketidakpastian politik di Amerika Serikat menjelang pemilu sela pada November.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah dunia diproyeksikan bergerak dalam rentang US$90,30 hingga lebih dari US$102,50 per barel.

Kenaikan harga minyak tersebut berpotensi meningkatkan tekanan inflasi sekaligus menambah beban impor energi Indonesia.

Kondisi itu dipengaruhi meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz hingga Selat Al-Mandab, termasuk serangan terhadap wilayah Arab Saudi dan kilang minyak Rusia.

Di sisi lain, indeks dolar AS diperkirakan masih bergerak dalam rentang 99,40 hingga 101,20.

Penguatan dolar turut dipengaruhi arah kebijakan Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) yang masih cenderung hawkish.

"Gonjang-ganjing geopolitik, perpolitikan di AS, hingga kebijakan Bank Sentral AS yang diintervensi Donald Trump berpotensi membawa rupiah kembali ke atas Rp18.000," ujar Ibrahim dalam keterangan resminya, Minggu (20/9/2026).

Ibrahim mengatakan ketidakpastian politik di dalam negeri AS juga menjadi perhatian pasar keuangan.

Persaingan ketat antara Partai Republik dan Demokrat menjelang pemilu sela November disebut dapat meningkatkan kekhawatiran investor.

Menurut dia, kondisi tersebut mendorong sebagian pelaku pasar memindahkan cadangan aset ke Eropa, khususnya London, untuk mengurangi risiko politik domestik AS.

Situasi pasar semakin kompleks setelah Donald Trump disebut melakukan intervensi terhadap usulan kenaikan suku bunga The Fed dan menuntut pemangkasan suku bunga secara agresif hingga lebih dari 100 basis poin pada masa mendatang.

Ketegangan antara otoritas moneter dan politik tersebut dinilai dapat meningkatkan kegelisahan pasar.

Investor kemudian cenderung mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman atau safe haven.

Dengan adanya risiko pelemahan rupiah hingga di atas Rp18.000 per dolar AS, pasar domestik diperkirakan akan mencermati langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Intervensi Bank Indonesia di pasar spot maupun Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) menjadi salah satu langkah yang akan diperhatikan pasar untuk meredam volatilitas rupiah.* (bi/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Dibuka Melemah 0,48 Persen, Saham EXCL hingga MBMA Masuk Zona Merah
Harga Pangan Naik Hari Ini, Cabai Rawit Merah Tembus Rp96 Ribu per Kg!
Harga Emas Antam dan Buyback Turun Hari Ini, Cek Daftar Lengkapnya!
Harga Emas Antam Hari Ini 20 September 2026 Tak Berubah, 1 Gram Rp2.638.000
IHSG Ambles 1,53 Persen Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Tergerus Rp180 Triliun Diwarnai Aksi Jual Asing
ICSM 2026 Digelar di Kepri, PB ISMI Bahas Masa Depan Selat Malaka
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru