Ranking FIFA Indonesia Melesat! Naik ke 117 Dunia, Jadi Modal Hadapi Thailand di Final
JAKARTA Posisi Timnas Indonesia dalam ranking FIFA kembali mengalami perubahan setelah seluruh pertandingan fase grup FIFA ASEAN Cup 202
OLAHRAGA
MEDAN – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sumatera Utara memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat berdasarkan desil kesejahteraan, mulai dari Desil 1 hingga Desil 10.
Pemetaan tersebut menggambarkan kondisi masyarakat berdasarkan tingkat pendapatan serta jumlah kepala keluarga (KK) dan individu yang masuk dalam setiap kelompok kesejahteraan.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, Adi Putra Parlaungan Pasaribu, mengatakan data desil menjadi salah satu instrumen penting untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih terukur.Baca Juga:
"Desil ini menggambarkan kondisi masyarakat berdasarkan tingkat pendapatan. Jadi, kita bisa melihat kelompok masyarakat yang masuk kategori sangat miskin, miskin, rentan miskin, menengah bawah, menengah, sampai menengah atas," kata Adi saat memberikan keterangannya di kantor Gubernur Sumut, Jumat (2/9/2026).
Berdasarkan data yang dipaparkan Dinsos Sumut, masyarakat yang berada pada Desil 1 masuk dalam kategori sangat miskin.
Kelompok ini tercatat memiliki pendapatan sekitar di bawah Rp800 ribu per bulan. Jumlahnya mencapai 437.761 KK dengan total 1.697.184 individu.
Sementara Desil 2 masuk dalam kategori miskin. Kelompok ini terdiri atas 476.977 KK dengan jumlah individu mencapai 1.804.871 orang.
Adapun Desil 3 dikategorikan sebagai kelompok rentan miskin. Jumlahnya mencapai 499.243 KK dengan total 1.765.523 individu.
"Data ini penting karena kondisi masyarakat tidak semuanya sama. Ada yang berada pada kelompok sangat miskin, miskin, rentan miskin, dan ada juga yang sudah berada pada kelompok menengah. Karena itu, penanganannya juga harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing," ujar Adi Putra.
Untuk Desil 4, Dinsos Sumut mencatat 478.197 KK atau sekitar 1.585.272 individu. Kelompok ini masuk dalam kategori menengah bawah.
Kemudian Desil 5 tercatat sebanyak 615.357 KK dengan jumlah individu mencapai 2.025.459 orang.
Kelompok tersebut dikategorikan sebagai masyarakat dengan tingkat kesejahteraan menengah.
Sementara masyarakat yang berada pada Desil 6 hingga Desil 10 digabungkan dalam kategori masyarakat menengah atas hingga super kaya.
Jumlah kelompok tersebut mencapai 1.802.217 KK dengan total 5.716.088 individu.
Selain masyarakat yang sudah masuk dalam pemeringkatan desil, Dinsos Sumut mencatat terdapat kelompok masyarakat yang belum berperingkat.
Jumlahnya mencapai 592.301 KK dengan total 1.359.016 individu.
Adi Putra menjelaskan, data desil menjadi bagian penting dalam menentukan sasaran program sosial pemerintah.
Dengan pemetaan tersebut, intervensi pemerintah dapat diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan tingkat kesejahteraannya.
"Jadi, data desil ini bukan sekadar angka. Ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam melihat siapa yang harus mendapatkan intervensi dan seperti apa bentuk intervensinya," jelasnya.
Menurut Adi, masyarakat yang berada pada desil terbawah membutuhkan perhatian lebih besar karena memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih rendah.
Sementara masyarakat pada desil yang lebih tinggi memiliki kondisi ekonomi yang berbeda.
Karena itu, bentuk program pemerintah tidak dapat diberikan secara sama kepada seluruh kelompok masyarakat.
Dinsos Sumut juga terus memanfaatkan dan memutakhirkan data sosial ekonomi masyarakat agar program perlindungan sosial dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.
Pemetaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, serta berbagai instansi dalam menangani kemiskinan dan kerentanan sosial di Sumatera Utara.
"Yang paling penting adalah bagaimana data ini bisa digunakan bersama. Kita ingin program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan, terutama masyarakat yang berada pada kelompok Desil 1, 2 dan 3," pungkas Adi Putra.* (sp/ad)
JAKARTA Posisi Timnas Indonesia dalam ranking FIFA kembali mengalami perubahan setelah seluruh pertandingan fase grup FIFA ASEAN Cup 202
OLAHRAGA
JAKARTA Dunia usaha masih melihat adanya ruang untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir 2026 dan memasuki 2027. N
EKONOMI
MEDAN Sebanyak 13 pekerja migran irregular atau ilegal asal Sumatera Utara diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Hatta Rajasa mengatakan seluruh saran, masukan, dan pertimbangan yang diber
NASIONAL
MEDAN Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sumatera Utara memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat berdasarkan desil kesejahteraan, mulai d
EKONOMI
ASAHAN Pemerintah Kabupaten Asahan mengusulkan Desa Hessa Perlompongan, Kecamatan Air Batu, sebagai salah satu desa dalam Program Kampun
PEMERINTAHAN
MEDAN Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menggagalkan peredaran 244 kilogram sabu dari tiga kasus berbeda. Dalam pengungkap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Sisprian Subiaksono, mengungk
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Proses pengadaan proyek pada Dinas Pendidikan dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat tahun anggaran
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Jalan Besar Namorambe yang menghubungkan Kabupaten Deli Serdang dengan Kota Medan, Sumatera Utara, rusak parah dan menjadi
NASIONAL