BREAKING NEWS
Selasa, 06 Oktober 2026

Di Era Prabowo, Rocky Gerung Sebut Koperasi Mulai Didorong Jadi Kekuatan Ekonomi: Tak Lagi Sekadar Tetesan CSR

Nurul - Selasa, 06 Oktober 2026 13:40 WIB
Di Era Prabowo, Rocky Gerung Sebut Koperasi Mulai Didorong Jadi Kekuatan Ekonomi: Tak Lagi Sekadar Tetesan CSR
Akademisi sekaligus Wantimpres Rocky Gerung dalam Diskusi Publik Pra Kongres Nasional Syarikat Islam (SI) ke-42 di Jakarta pada Senin sore, 5 Oktober 2026. (foto: ferry.julianto/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Akademisi sekaligus Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung menilai koperasi dapat menjadi gerakan ekonomi yang menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Menurut Rocky, koperasi tidak seharusnya hanya dipahami sebagai institusi atau bangunan fisik.

Koperasi, kata dia, harus diwujudkan sebagai gerakan bersama untuk menata kembali kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:

Rocky mengatakan semangat Presiden Prabowo Subianto dalam menegakkan ekonomi konstitusi melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) perlu dimaknai sebagai bagian dari transformasi ekonomi.

Menurut dia, pengembangan koperasi dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi dominasi sektor swasta dan badan usaha milik negara (BUMN).

Meski masih terdapat sejumlah catatan yang perlu diperbaiki, Rocky menilai persoalan yang belakangan menjadi sorotan publik tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan pengembangan koperasi.

Rocky mengatakan koperasi merupakan lembaga ekonomi rakyat yang memiliki landasan dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Karena itu, keberadaan koperasi dinilai harus terus diperkuat.

Menurut Rocky, kekuatan utama koperasi justru terletak pada gerakannya yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat.

Karena itu, KDKMP perlu dikembangkan sebagai gerakan bersama dengan fondasi yang kuat, bukan sekadar membentuk kelembagaan baru.

"Sesuatu yang dibatasi institusi mengakibatkan kita berpura-pura dengan pikiran, saya nggak mau itu. Gerakan koperasi revolusi ekonomi Indonesia. Kantor koperasi yang dicatat publik. Jadi koperasi itu bukan bangunan tapi gerakan, hanya itu yang kita percaya bahwa revolusi bisa terjadi kalau itu sudah menjadi gerakan, kalau nggak ada gerakan tidak ada revolusi," kata Rocky dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Rocky dalam Diskusi Publik Pra Kongres Nasional Syarikat Islam (SI) ke-42 di Jakarta pada Senin sore, 5 Oktober 2026.

Rocky menilai gagasan koperasi memiliki hubungan erat dengan nilai-nilai dasar bangsa Indonesia.

Semangat kebersamaan dan solidaritas dalam koperasi, menurut dia, sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

Karena itu, penguatan koperasi di tingkat desa dan kelurahan melalui KDKMP dinilai dapat menjadi bagian dari upaya membangun perekonomian yang lebih bertumpu pada kebutuhan dan kekuatan masyarakat.

Rocky juga menyoroti posisi koperasi dalam struktur perekonomian nasional.

Menurut dia, konstitusi mengenal tiga kekuatan ekonomi, yakni korporasi, BUMN, dan koperasi.

Namun, Rocky menilai koperasi selama ini belum mendapatkan penguatan yang sebanding dengan dua kekuatan ekonomi lainnya.

Ia menyebut koperasi lebih sering hanya menerima manfaat secara terbatas.

"Konstitusi kita mengenal tiga player, korporasi, BUMN dan koperasi untuk menghasilkan solidaritas. Dalam praktiknya koperasi hanya menemukan tetesan CSR dari korporasi. Sejak Presiden Prabowo ini diubah, maka benar ini adalah transformasi ekonomi meski harus bertengkar dengan para pemilik modal," ucap Rocky.

Menurut Rocky, penguatan KDKMP membutuhkan dukungan negara agar gerakan koperasi memiliki fondasi yang kuat dan dapat berfungsi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, KDKMP diharapkan tidak hanya menjadi wadah kelembagaan di desa dan kelurahan.

Program tersebut juga dapat berkembang menjadi gerakan ekonomi masyarakat yang mengedepankan solidaritas, kemandirian, serta penyelesaian persoalan ekonomi dari tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Rocky menegaskan nilai-nilai dalam gerakan koperasi merupakan pengejawantahan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila.

Karena itu, dia menilai seluruh unsur di negara ini perlu bersama-sama menjadikan koperasi sebagai salah satu pilar utama kekuatan ekonomi nasional.

"Mulai dari sila pertama hingga kelima di dalam Pancasila, semuanya memiliki makna yang dalam yang relevan dengan apa yang terkandung di dalam nilai-nilai koperasi," pungkasnya.

Diskusi tersebut turut dihadiri Presiden Lajnah Tanfidziah dan Pimpinan Pusat Syarikat Islam Hamdan Zoelva, Menteri Koperasi sekaligus Sekretaris Jenderal SI Ferry Juliantono, serta Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus.

Hadir pula Ketua LPEU MUI Mukhaer Pakkana, Ketua Pelaksana Kongres Nasional Majelis Tahkim SI ke-42 Yudhi Irsyadi Syafii, Pakar Ekonomi Syariah Anas Alhifni atau Gus Anas, serta jajaran Pimpinan Pusat Syarikat Islam.* (d/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rico Waas: Keberagaman Budaya Medan Jadi Modal Besar Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi
Harga Emas Antam Turun Lagi 6 Oktober 2026, Kini Rp2,57 Juta per Gram
Dari 9 Jadi 26 Anggota, Gaji Wantimpres Kini Rp76,5 Juta: Beban APBN Makin Besar?
Prabowo Menjaga Jarak Aman dengan Jokowi
HUT ke-81 TNI, Danrem 011/Lilawangsa: TNI Tidak Bisa Dipisahkan dari Masyarakat
Sebut Ada yang Ingin Indonesia Gaduh, Prabowo: Lewat Berita Bohong, Ekonomi Diganggu dan Kekayaan Dicuri
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru