BREAKING NEWS
Kamis, 08 Oktober 2026

Tak Sekadar Tempat Kuliah! Menkop Dorong UNITA Jadi Motor Ekonomi Danau Toba Lewat Koperasi

gusWedha - Selasa, 06 Oktober 2026 19:40 WIB
Tak Sekadar Tempat Kuliah! Menkop Dorong UNITA Jadi Motor Ekonomi Danau Toba Lewat Koperasi
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, saat menghadiri kuliah umum bertajuk "From Campus To Future: Menyiapkan Generasi Profesional Menghadapi Transformasi Dunia Kerja" di UNITA, Selasa (6/10/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPANULI UTARA - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Utara (UNITA) tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan penggerak ekonomi masyarakat di kawasan Danau Toba.

Gagasan tersebut disampaikan Ferry saat menghadiri kuliah umum bertajuk "From Campus To Future: Menyiapkan Generasi Profesional Menghadapi Transformasi Dunia Kerja" di UNITA, Selasa (6/10/2026).

Ferry mengatakan perguruan tinggi memiliki posisi strategis untuk menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara Kementerian Koperasi, pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta organisasi kemasyarakatan.

Baca Juga:

Menurutnya, kampus tidak seharusnya berjalan sendiri. Perguruan tinggi dapat menjadi ruang untuk menyiapkan generasi muda agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan kegiatan ekonomi produktif.

Salah satu pendekatan yang didorong adalah pengembangan koperasi di lingkungan pendidikan. Mahasiswa dapat dilibatkan dalam inovasi, kewirausahaan, digitalisasi, hingga pengembangan produk masyarakat agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Konsep tersebut dinilai relevan dengan potensi ekonomi kawasan Danau Toba yang meliputi pertanian, UMKM, pariwisata, serta berbagai produk lokal.

Kementerian Koperasi bersama Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) juga sebelumnya mendorong pengembangan sejumlah komoditas lokal, seperti kopi, kacang, kerajinan tenun ulos dan kuliner melalui wadah koperasi.

Dalam kunjungannya ke UNITA, Ferry turut melihat pengembangan pertanian terpadu di lingkungan kampus. Salah satunya melalui Kebun Praktik Pertanian Terpadu di kawasan UNITA Silangit.

Fasilitas tersebut diarahkan sebagai ruang pembelajaran dan praktik bagi mahasiswa sekaligus membuka peluang bagi kampus untuk menjadi tempat pengujian model pertanian yang dapat diterapkan masyarakat di sekitar.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah bawang putih. Ferry mendorong komoditas tersebut dikembangkan sebagai proyek percontohan yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, penguatan produksi pangan lokal penting untuk meningkatkan daya saing sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai penguatan SDM harus berjalan beriringan dengan sektor yang menjadi penopang ekonomi daerah, khususnya pertanian dan koperasi.

Deni mengatakan peningkatan kapasitas masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pendidikan formal, tetapi juga keterampilan dan kemampuan mengelola potensi ekonomi secara lebih produktif.

Sementara itu, Rektor UNITA Meslin Silalahi berharap kunjungan Menteri Koperasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ia ingin agenda tersebut menjadi awal kerja sama jangka panjang dalam bidang inovasi, kewirausahaan dan pengembangan ekonomi masyarakat.

"Kampus adalah tempat kita menanam, dunia kerja adalah tempat kita memanen, masyarakat adalah tempat kita mengabdi, dan masa depan adalah tempat kita membuktikan bahwa pendidikan yang kita tempuh benar-benar memberikan makna," ujar Meslin.

Menurut Meslin, pendidikan di kampus perlu memiliki hubungan yang lebih erat dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh mahasiswa dapat diterapkan dalam pengembangan sektor produktif di sekitar kampus.

Ketua Umum DPP Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung mengatakan pembangunan SDM menjadi salah satu agenda utama organisasinya.

Edison menyebut KMDT terus mendorong kerja sama dengan perguruan tinggi untuk mencetak generasi unggul di kawasan Danau Toba. Ia mengatakan KMDT sebelumnya juga telah menjalankan kegiatan akademik bersama sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Sumatera Utara dan Universitas HKBP Nommensen.

"Program KMDT salah satunya adalah menciptakan SDM unggul anak bangsa. Kita bersyukur Pak Menteri bisa hadir di Sisingamangaraja ini," kata Edison.

Kolaborasi yang didorong tersebut juga diarahkan untuk membangun rantai ekonomi yang menghubungkan pendidikan, produksi masyarakat, koperasi dan pasar.

Perguruan tinggi dapat menjadi pusat pengetahuan dan inovasi, pemerintah memberikan dukungan kebijakan, sedangkan koperasi menjadi sarana untuk menghubungkan hasil produksi masyarakat dengan pembiayaan, pengolahan dan pemasaran.

Dengan pola tersebut, komoditas pertanian dan produk UMKM diharapkan tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah, dikemas dan dipasarkan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Kawasan Danau Toba memiliki potensi ekonomi yang beragam, namun pengembangannya membutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan sumber daya lokal dengan pasar. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi dapat berperan melalui riset dan pengembangan, sementara koperasi memperkuat sisi ekonomi masyarakat.

Kunjungan Ferry ke UNITA juga menjadi momentum untuk mempertemukan agenda penguatan SDM dengan pengembangan koperasi dan sektor ekonomi produktif di kawasan Danau Toba.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih erat antara kampus, pemerintah dan masyarakat sehingga pendidikan dapat memberikan dampak langsung terhadap pengembangan ekonomi daerah.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kemenko Baru Bahlil 'Numpang' Anggaran ESDM, Kemenkeu Buka-bukaan Soal Modal Awal
Bukan Cuma Reuni Wagub Sumut Tantang Alumni UINSU Bikin Karya Nyata dan Buka Lapangan Kerja
Harga Cabai Merah Keriting di Sejumlah Wilayah Sumut Tembus Rp92.500 Per Kilogram, Jauh di Atas HET
Bahlil Lahadalia Kini Rangkap Dua Jabatan, Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM
Kejagung Tangkap Eks Sekjen ESDM Terkait Dugaan Korupsi Nikel Rp401 Miliar
BUK Migas Dirancang Langsung di Bawah Presiden, Samuel F. Silaen: Jangan Sekadar Ganti Nama dan Struktur Birokrasi, Harus Beri Manfaat bagi Negara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru