Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Deni mengatakan peningkatan kapasitas masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pendidikan formal, tetapi juga keterampilan dan kemampuan mengelola potensi ekonomi secara lebih produktif.
Sementara itu, Rektor UNITA Meslin Silalahi berharap kunjungan Menteri Koperasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ia ingin agenda tersebut menjadi awal kerja sama jangka panjang dalam bidang inovasi, kewirausahaan dan pengembangan ekonomi masyarakat.
"Kampus adalah tempat kita menanam, dunia kerja adalah tempat kita memanen, masyarakat adalah tempat kita mengabdi, dan masa depan adalah tempat kita membuktikan bahwa pendidikan yang kita tempuh benar-benar memberikan makna," ujar Meslin.
Menurut Meslin, pendidikan di kampus perlu memiliki hubungan yang lebih erat dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh mahasiswa dapat diterapkan dalam pengembangan sektor produktif di sekitar kampus.
Ketua Umum DPP Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung mengatakan pembangunan SDM menjadi salah satu agenda utama organisasinya.
Edison menyebut KMDT terus mendorong kerja sama dengan perguruan tinggi untuk mencetak generasi unggul di kawasan Danau Toba. Ia mengatakan KMDT sebelumnya juga telah menjalankan kegiatan akademik bersama sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Sumatera Utara dan Universitas HKBP Nommensen.
"Program KMDT salah satunya adalah menciptakan SDM unggul anak bangsa. Kita bersyukur Pak Menteri bisa hadir di Sisingamangaraja ini," kata Edison.
Kolaborasi yang didorong tersebut juga diarahkan untuk membangun rantai ekonomi yang menghubungkan pendidikan, produksi masyarakat, koperasi dan pasar.
Perguruan tinggi dapat menjadi pusat pengetahuan dan inovasi, pemerintah memberikan dukungan kebijakan, sedangkan koperasi menjadi sarana untuk menghubungkan hasil produksi masyarakat dengan pembiayaan, pengolahan dan pemasaran.
Dengan pola tersebut, komoditas pertanian dan produk UMKM diharapkan tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah, dikemas dan dipasarkan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Kawasan Danau Toba memiliki potensi ekonomi yang beragam, namun pengembangannya membutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan sumber daya lokal dengan pasar. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi dapat berperan melalui riset dan pengembangan, sementara koperasi memperkuat sisi ekonomi masyarakat.
Kunjungan Ferry ke UNITA juga menjadi momentum untuk mempertemukan agenda penguatan SDM dengan pengembangan koperasi dan sektor ekonomi produktif di kawasan Danau Toba.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.