BREAKING NEWS
Kamis, 08 Oktober 2026

Rupiah Kembali Menguat, Tembus Rp17.861 per Dolar AS pada Kamis Pagi

Adelia Syafitri - Kamis, 08 Oktober 2026 09:35 WIB
Rupiah Kembali Menguat, Tembus Rp17.861 per Dolar AS pada Kamis Pagi
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026.

Penguatan ini melanjutkan tren positif dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

Pada Rabu, 7 Oktober 2026, rupiah ditutup menguat tipis di level Rp17.882 per dolar AS. Sementara pada Kamis pagi, rupiah kembali bergerak naik.

Baca Juga:

Mengutip Trading Economics, pada pukul 09.03 WIB rupiah menguat 0,28 persen ke posisi Rp17.861 per dolar AS.

Penguatan rupiah mendapat sentimen positif dari kondisi ekonomi domestik.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah posisi cadangan devisa Indonesia pada September 2026 yang tercatat sekitar US$146,3 miliar.

Angka tersebut berada di dekat level tertinggi dalam lima bulan dan memberikan sinyal positif terhadap ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

Selain cadangan devisa, investor juga mencermati proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang disampaikan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Suahasil memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di atas 5,5 persen pada semester II 2026.

Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,45 persen pada semester I 2026.

"Pemerintah berupaya melakukan belanja yang lebih tepat sasaran, meningkatkan efisiensi belanja, serta memberikan insentif pajak bagi sektor-sektor utama," tulis laporan tersebut. Kamis (8/10/2026).

Di tengah penguatan rupiah, indeks dolar AS justru terpantau melemah 0,13 persen ke level 102,15.

Trading Economics menyebut indeks dolar masih berada di level tinggi menjelang publikasi risalah rapat terbaru The Federal Reserve atau The Fed serta pernyataan lanjutan dari para pejabat bank sentral Amerika Serikat tersebut.

Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang membatasi ruang penguatan rupiah lebih jauh.

Meski menguat pada perdagangan pagi, posisi rupiah masih mencerminkan pelemahan sebesar 2,16 persen secara bulanan dan 7,78 persen secara tahunan.

Untuk pergerakan ke depan, Trading Economics memperkirakan nilai tukar rupiah pada kuartal IV 2026 berada di level Rp17.819 per dolar AS.

Pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kondisi ekonomi domestik, cadangan devisa, kebijakan fiskal pemerintah, hingga arah kebijakan suku bunga The Fed.

Penguatan rupiah pada awal perdagangan Kamis memberikan sinyal positif, meski tekanan dari dolar AS dan ketidakpastian kebijakan moneter global masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Disclaimer: Informasi ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham maupun instrumen investasi lainnya.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Potensi keuntungan dan risiko kerugian dari keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.* (bi/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Dibuka Melemah, Saham AADI hingga ANTM Masuk Zona Merah
Catatan tentang Arah Bangsa yang Teralih
Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian Dorong Kuala Tanjung Jadi Penggerak Ekonomi Sumut
Warga Tanjungbalai Bisa Dapat Beras dan Minyak Murah, Cek Jadwal Pasar Murah di 3 Kecamatan
IHSG Dibuka Menguat 0,17 Persen ke Level 6.203,21, Saham PTBA Melonjak
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu, 1 Gram Jadi Rp2,58 Juta
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Badut-badut Demokrasi

Badut-badut Demokrasi

OlehFirdaus ArifinBAYANGKAN seorang badut memasuki panggung. Sepatunya terlalu besar. Ia tersandung, lalu membesarkan geraknya untuk mengun

OPINI