Badut-badut Demokrasi
OlehFirdaus ArifinBAYANGKAN seorang badut memasuki panggung. Sepatunya terlalu besar. Ia tersandung, lalu membesarkan geraknya untuk mengun
OPINI
JAKARTA — Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026.
Penguatan ini melanjutkan tren positif dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya.
Pada Rabu, 7 Oktober 2026, rupiah ditutup menguat tipis di level Rp17.882 per dolar AS. Sementara pada Kamis pagi, rupiah kembali bergerak naik.Baca Juga:
Mengutip Trading Economics, pada pukul 09.03 WIB rupiah menguat 0,28 persen ke posisi Rp17.861 per dolar AS.
Penguatan rupiah mendapat sentimen positif dari kondisi ekonomi domestik.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah posisi cadangan devisa Indonesia pada September 2026 yang tercatat sekitar US$146,3 miliar.
Angka tersebut berada di dekat level tertinggi dalam lima bulan dan memberikan sinyal positif terhadap ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.
Selain cadangan devisa, investor juga mencermati proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang disampaikan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Suahasil memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di atas 5,5 persen pada semester II 2026.
Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,45 persen pada semester I 2026.
"Pemerintah berupaya melakukan belanja yang lebih tepat sasaran, meningkatkan efisiensi belanja, serta memberikan insentif pajak bagi sektor-sektor utama," tulis laporan tersebut. Kamis (8/10/2026).
Di tengah penguatan rupiah, indeks dolar AS justru terpantau melemah 0,13 persen ke level 102,15.
Trading Economics menyebut indeks dolar masih berada di level tinggi menjelang publikasi risalah rapat terbaru The Federal Reserve atau The Fed serta pernyataan lanjutan dari para pejabat bank sentral Amerika Serikat tersebut.
Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang membatasi ruang penguatan rupiah lebih jauh.
Meski menguat pada perdagangan pagi, posisi rupiah masih mencerminkan pelemahan sebesar 2,16 persen secara bulanan dan 7,78 persen secara tahunan.
Untuk pergerakan ke depan, Trading Economics memperkirakan nilai tukar rupiah pada kuartal IV 2026 berada di level Rp17.819 per dolar AS.
Pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kondisi ekonomi domestik, cadangan devisa, kebijakan fiskal pemerintah, hingga arah kebijakan suku bunga The Fed.
Penguatan rupiah pada awal perdagangan Kamis memberikan sinyal positif, meski tekanan dari dolar AS dan ketidakpastian kebijakan moneter global masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Disclaimer: Informasi ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham maupun instrumen investasi lainnya.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Potensi keuntungan dan risiko kerugian dari keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.* (bi/ad)
OlehFirdaus ArifinBAYANGKAN seorang badut memasuki panggung. Sepatunya terlalu besar. Ia tersandung, lalu membesarkan geraknya untuk mengun
OPINI
JAKARTA Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2026 sebagai salah satu pili
EKONOMI
MEDAN Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan memberikan klarifikasi mengenai insiden seorang pria yang diduga terjun dari lantai 22 g
PERISTIWA
BATU BARA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batu Bara melalui Sekretariat DPRD menggelar hearing dan dialog bersama tokoh
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Eks Jampidsus Kejaksaan Agung RI, Febrie Adriansyah, menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan dalam perkara duga
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan TNI Angkatan Darat akan bertindak tegas dan mer
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026.Har
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026. Penguatan ini mela
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026. Sejumlah saham unggulan seperti PT Ada
EKONOMI
Oleh Dr. Rido Hermawan, M.Sc . Ada pertanyaan sederhana yang belakangan ini sering muncul di ruangruang diskusi, warung kopi, hingga kolom
OPINI