Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Berdasarkan proyeksi yang disampaikan dalam materi Pertamina, penerapan B50 berpotensi mengurangi kebutuhan impor solar sekitar 18 juta kiloliter dan menekan emisi hingga 44 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e).
Program tersebut juga diproyeksikan menghemat devisa hingga Rp170 triliun pada 2026. Dari sisi ekonomi, penerapan B50 diperkirakan menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja dan meningkatkan nilai tambah minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebesar Rp20,9 triliun.
Angka-angka tersebut merupakan proyeksi yang disampaikan dalam materi Pertamina, bukan hasil realisasi yang sudah dipastikan.
Ary mengatakan pemanfaatan sumber daya perkebunan, termasuk kelapa sawit, menjadi salah satu pilihan untuk memperkuat pasokan energi domestik.
Menurutnya, tantangan berikutnya adalah mengoptimalkan potensi bahan baku tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan energi nasional sekaligus memperluas penggunaan bahan bakar nabati.* (k/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.