BREAKING NEWS
Sabtu, 24 Oktober 2026

Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Saat Tepat Beli atau Sebaiknya Menunggu?

Adelia Syafitri - Jumat, 23 Oktober 2026 09:39 WIB
Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Saat Tepat Beli atau Sebaiknya Menunggu?
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam turun pada perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026.

Harga emas Antam tercatat Rp 2.540.000 per gram, turun Rp 10.000 dibandingkan harga pada hari sebelumnya.

Penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback.

Baca Juga:

Antam menetapkan harga buyback sebesar Rp 2.335.000 per gram, berkurang Rp 30.000 dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.

Harga buyback merupakan nilai yang dibayarkan perusahaan ketika konsumen menjual kembali emas batangan mereka.

Dengan demikian, harga jual emas kepada konsumen dan harga pembelian kembali oleh Antam memiliki nilai berbeda.

Pelemahan harga emas Antam sejalan dengan penurunan harga emas dunia.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas di pasar spot ditutup pada US$ 4.022 per troy ons, turun 2,83 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Posisi tersebut menjadi yang terendah sejak 20 Juli 2026 atau sekitar tiga bulan terakhir.

Daftar Harga Emas Antam 23 Oktober 2026

Berdasarkan data Logam Mulia, berikut daftar harga emas batangan Antam berdasarkan ukuran pada Jumat, 23 Oktober 2026.

0,5 gram Rp 1.320.000
1 gram Rp 2.540.000
2 gram Rp 5.020.000
3 gram Rp 7.505.000
5 gram Rp 12.475.000
10 gram Rp 24.895.000
25 gram Rp 62.112.000
50 gram Rp 124.145.000
100 gram Rp 248.212.000
250 gram Rp 620.265.000
500 gram Rp 1.240.320.000
1.000 gram Rp 2.480.600.000

Penurunan harga emas dunia terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Situasi tersebut turut memengaruhi pergerakan harga energi dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed.

Bloomberg News mengabarkan bahwa lapangan Shaybah milik perusahaan minyak Saudi Aramco mengalami serangan pesawat nirawak atau drone.

Dua orang dilaporkan meninggal dunia.

Serangan juga terjadi di Bandara Internasional King Fahd di Dammam. Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan tersebut.

Ketegangan itu mendorong harga minyak naik tajam.

Pada perdagangan sebelumnya, minyak mentah Brent ditutup pada US$ 113,22 per barel, level tertinggi sejak awal Mei atau lebih dari lima bulan terakhir.

Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global.

Sebab, energi merupakan komponen penting dalam kegiatan produksi dan distribusi barang.

Ketika harga energi naik, biaya operasional perusahaan dan harga barang berpotensi ikut meningkat.

Situasi tersebut dapat menyulitkan bank sentral untuk menurunkan suku bunga.

Bahkan, pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan suku bunga acuan tetap tinggi atau kembali naik untuk mengendalikan inflasi.

Mengutip data CME FedWatch dalam bahan sumber, peluang kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat pada rapat bulan ini tercatat 7,2 persen.

Sementara itu, probabilitas kenaikan suku bunga pada rapat Desember mencapai 74,8 persen.

Ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi salah satu faktor yang dapat menekan harga emas.

Berbeda dengan deposito atau instrumen berbunga, emas tidak memberikan imbal hasil rutin kepada pemiliknya.


Ketika suku bunga meningkat, instrumen investasi yang memberikan imbal hasil dapat menjadi lebih menarik bagi investor.

Akibatnya, minat terhadap emas berpotensi berkurang dan harganya menghadapi tekanan.

"Harga logam mulia saat ini dalam fase perhitungan. Volatilitas masih akan tinggi sampai rapat The Fed berikutnya," kata Alex Carrier, Portfolio Manager di DNCA Finance, seperti diberitakan Bloomberg News.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa pasar emas masih menghadapi ketidakpastian, terutama terkait perkembangan geopolitik, pergerakan harga energi, dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Bagi masyarakat yang berencana membeli emas untuk investasi, penurunan harga dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi rencana pembelian.

Namun, keputusan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada perubahan harga harian.

Investor perlu mempertimbangkan tujuan investasi, jangka waktu kepemilikan, selisih harga jual dan buyback, serta biaya transaksi.

Selisih antara harga beli dan harga jual kembali membuat keuntungan investasi emas umumnya lebih bergantung pada kenaikan harga dalam jangka waktu tertentu.

Catatan: Harga emas dapat berubah mengikuti pembaruan resmi dari Logam Mulia dan kondisi pasar.

Angka peluang suku bunga serta informasi geopolitik dalam naskah ini mengikuti bahan sumber dan perlu diverifikasi sebelum dipublikasikan.
* (bb/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Dibuka Menguat, Langsung Berbalik Melemah! Saham BMRI, BBRI, dan TLKM Tertekan
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Wabup Batu Bara Serahkan Bantuan Sarana Ibadah untuk 13 Pesantren
Pimpin Upacara HSN 2026, Bupati Fery Sahputra Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Berani Bermimpi Besar
Sekda Asahan Pimpin Upacara HSN 2026, Santri Diharapkan Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan Akhlak
Wawako Tanjungbalai Pastikan Gerakan Pangan Murah Bantu Masyarakat Penuhi Kebutuhan Pokok
Peringati Hari Santri 2026, Wali Kota Medan Ajak Pesantren Adaptasi Perkembangan Zaman
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru