Dari 8 Persen Jadi 16,70 Persen, Rehabilitasi Pascabencana Medan Terus Dikebut
MEDAN Realisasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Medan meningkat dari 8 persen menjadi 16,70 persen. Pemerintah Kota M
PEMERINTAHAN
Bali – Dihari Penglihatan dunia mungkin kita banyak bersyukur namun bagi Mahania seorang penyanyi yang bersuara emas berasal dari Bali Ayah bernama Supriadi Dan Ibunda Bernama Unaiyah bertempat tinggal di Desa Air Kuning Jembrana Bali, Nama Mahania mengharumkan nama Bali, juga selalu disuport Pemda setempat yang mampu membuat terkesima semua penonton bahkan kerab kita saksikan tampil duet dengan penyanyi-penyanyi top dan ternama di tanah air, seperti Raja Dangdut H.Rhoma Irama, Rita Sugiarto dan lain sebagainya.
Dan bahkan dia juga kerap membuat para Dewan juri bercucuran air mata manakala menyaksikan beliau membawakan sebuah lagu di setiap tampilannya di dalam acara ajang pencarian bakat dalam salah satu program TV Swasta dan tentunya beliau memang sudah tak asing lagi di telinga kita semua yang pernah begitu.
Kesabaran ayahanda Mahania yang selalu mensuport memberi angin dan sempat membuming pada saat itu.
Namun sungguh sangat di sayangkan nasibnya ternyata kini tak seindah suaranya. “Saya sudah tidak menyanyi lagi bahkan jika ada yang memanggil bernyanyi ada candaan atau perkataan yang tidak menyenangkan” ujarnya.
Mahania Seakan dilupakan Publik “Ya saya hanya seorang anak tunanetra” jawab Mahania, banyak kisah tak menyenangkan yang kerap diterima Mahania baik perlakuan sengaja dan tak sengaja.
Seorang penyanyi penyandang Tuna Netra Asal Bali ini, ternyata kerap mendapatkan perlakuan yang tak pantas serta bulian dari beberapa orang, hanya karena tuhan menakdirkan fisiknya yang kurang sempurna seperti orang lain pada umumnya, menurut pengakuan Mahania sendiri pada salah seorang awak media pada kamis 12 oktober 2023 kemari, terkadang beliau juga kerab di undang di salah satu acara, namun tidak mendapatkan bayaran yang layak, bahwa beliau pernah juga di ludahi di depan umum hanya karena dia tak sengaja memecahkan gelas yang tersenggol.
Menangis namun tak berani bersuara disaat yang lain berbahagia dalam penglihatan yang terjadi sebaliknya pahit dan hinaan atas hal yang sepeleh.
Tidak hanya sampai disitu saja, masih menurut pengakuan dari Mahania sendiri pula, bahwa dia juga kerap mendapatkan cacian dan makian serta mendapat perlakuan yang tentunya sangat-sangat tidak pantas di perlakukan pada penyandang tunanetra, seseorang apalagi hanya karena beliau menyandang nasib sebagai seorang tunanetra.
Hingga rasa trouma itu masih terus ia rasakan hingga saat ini, dan bahkan dia sendiri terkadang merasa tidak lagi memiliki rasa percaya diri seperti pada saat dia masih mengikuti audisi di salah satu media swasta dulu, bahkan terkadang dia juga kerap menolak saat di undang untuk tampil di panggung-panggung hiburan walau hanya sekedar untuk menghibur fansnya saja.
“Apa itu Ah Tunanetra bisa apa dia, sudah sudah jangan dilihat”. Ungkapnya dengan penuh kesedihan sembari menyeka pipinya yang tertetes air mata
Kehidupan jauh dari sederhana dijalani mahania dan keluargannya.
Sambil berurai airmata pada saat ia mencurahkan semua perasaannya pada saat wawancara dengan salah seorang media kami. Dan kebetulan pula pada saat itu bertepatan dengan peringatan hari penglihatan Sedunia yang di Peringati pada setiap tanggal 12 oktober yang kebetulan jatuh pada hari kamis kemarin. Semoga penglihatan kita tidak menjadi bahan yang menyakitkan untuk keterbatasan penyandang tunanetra.
Semoga saja hal serupa tak lagi dirasakan oleh Mahania-Mahania lainnya di negri kita tercinta ini.
(WE)
MEDAN Realisasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Medan meningkat dari 8 persen menjadi 16,70 persen. Pemerintah Kota M
PEMERINTAHAN
MEDAN Persoalan biaya pendidikan masih membuat sebagian siswa yang telah menyelesaikan sekolah belum dapat membawa pulang ijazah mereka.
PEMERINTAHAN
MEDAN Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan membuka ruang evaluasi terhadap standar pelayanan publik melalui Forum K
PEMERINTAHAN
JAKARTA Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi mengundurkan diri dari jabatannya. Surat pengunduran diri Mashudi telah dit
NASIONAL
JAKARTA Sidang perkara dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo atau Jokowi kem
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa mengatakan tim kuasa hukumnya telah menyiapkan sekitar 2.000 pertanyaan untuk mengg
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menegur tim hukum terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa dalam sidang pembuk
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa meminta jaksa penuntut umum (JPU) menunjukkan ijazah Joko Widodo yang menjadi baran
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Nega
SOSOK