DPR Desak Polisi Bongkar Kasus 995 Senjata di Sekolah Jaksel, Diduga Langgar UU Darurat
JAKARTA Komisi III DPR RI mendesak kepolisian mengusut tuntas penemuan 995 pucuk senjata, amunisi, serta barang bukti lain di sebuah sek
NASIONAL
JAKARTA -Drama rumah tangga pasangan selebriti Baim Wong dan Paula Verhoeven memasuki babak baru. Setelah proses hukum panjang, Pengadilan Agama Jakarta Selatan memutuskan hak asuh atas dua anak mereka, Kiano dan Kenzo, resmi jatuh ke tangan Baim Wong. Keputusan ini diumumkan pada 18 Juni 2025 melalui hasil putusan banding yang diajukan oleh pihak Baim.
Menyikapi keputusan tersebut, kuasa hukum Baim Wong, Fahmi Bachmid, menegaskan bahwa Paula tidak diperbolehkan menemui kedua anaknya secara diam-diam, apalagi mendatangi sekolah tanpa izin dari Baim. Hal itu dinilai bisa mengganggu proses belajar anak dan menciptakan persoalan hukum baru.
"Ya enggak boleh dong ganggu anak ke sekolah. Dia datang ke sekolah itu kan mengganggu anak belajar. Bisa jadi masalah lagi nanti sama saya," ujar Fahmi Bachmid.
Putusan Banding Membatalkan Hak Asuh Bersama
Fahmi menjelaskan, putusan banding ini secara otomatis membatalkan putusan sebelumnya yang menetapkan hak asuh bersama antara Baim dan Paula.
"Pengadilan memutuskan hak asuh anak ada di tangan Baim Wong karena menganggap ibunya tidak layak mengasuh anak. Namun begitu, Baim harus memberikan akses bagi ibu kandung untuk bertemu anak," lanjut Fahmi.
Meskipun begitu, Paula tetap memiliki hak untuk bertemu dengan anak-anaknya. Namun, pertemuan tersebut harus melalui izin resmi dari Baim Wong selaku pemegang hak asuh penuh.
"Kalau dia datang bawa anak tengah malam akan kami usir. Dia bawa anak tanpa izin, nanti akan kami persoalkan. Karena dia bukan pemegang hak asuh. Dia boleh bertemu, tapi tidak untuk membawa anak-anak," tegas Fahmi.
Harapan untuk Komunikasi yang Baik
Fahmi berharap Paula Verhoeven bisa menghormati keputusan hukum yang telah ditetapkan oleh pengadilan dan mengedepankan komunikasi sehat dengan mantan suaminya demi kebaikan anak-anak mereka.
Keputusan ini pun menjadi perhatian publik, mengingat keduanya dikenal sebagai pasangan publik figur yang sempat menjadi panutan banyak keluarga muda Indonesia.*
(cm/j006)
JAKARTA Komisi III DPR RI mendesak kepolisian mengusut tuntas penemuan 995 pucuk senjata, amunisi, serta barang bukti lain di sebuah sek
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua KomisiWakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menilai dugaan pencatutan nama Presiden Prabowo Subianto dalam
POLITIK
JAKARTA Pihak mantan Ketua Yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, akhirnya buka suara terkait temuan 995 pucuk senjat
NASIONAL
JAKARTA Wacana penerapan hukuman mati bagi koruptor kembali menuai perdebatan. Sejumlah aktivis hak asasi manusia (HAM) menolak usulan t
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah memberikan kemudahan bagi pesantren dan sekolah berbasis keagamaan berasrama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mendesak Polda Sumatera Utara mengusut secara tuntas dan transparan kasus meninggalnya WL
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi berbagai hasil riset dan inovasi yang dipamerkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menjajal langsung ketahanan genteng komposit hasil inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saa
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) tengah menelusuri dugaan pelanggaran etik terkait komentar bernada tidak berempati yang dilakuk
NASIONAL
JAKARTA Polres Metro Jakarta Selatan terus menyelidiki temuan ratusan senjata di salah satu yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pin
HUKUM DAN KRIMINAL