Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Bos toxic dapat menggunakan kekuasaannya untuk menekan karyawan, menuntut kepatuhan tanpa memberikan ruang diskusi, hingga melakukan micromanaging atau mengawasi setiap detail pekerjaan secara berlebihan.
Target kerja yang tidak realistis dan tenggat waktu yang tidak masuk akal juga patut diwaspadai.
Instruksi yang tidak jelas dapat semakin membuat karyawan tertekan karena mereka tidak mengetahui hasil seperti apa yang sebenarnya diharapkan.
Perilaku meremehkan atau mempermalukan karyawan di depan orang lain juga termasuk tanda lingkungan kerja yang tidak sehat.
Begitu pula dengan kebiasaan mencari kambing hitam ketika terjadi kesalahan dan sikap terlalu percaya diri hingga menolak masukan.
Dampak Bos Toxic bagi Kesehatan
Bekerja di bawah atasan yang toxic tidak hanya membuat suasana kantor menjadi tidak nyaman.
Tekanan yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan rasa cemas dan takut saat bekerja.
Kondisi tersebut juga dapat menurunkan motivasi, menghilangkan kepercayaan terhadap atasan, hingga mendorong karyawan untuk meninggalkan pekerjaannya.
Dalam kondisi yang lebih serius, lingkungan kerja yang toxic dikaitkan dengan risiko burnout, gangguan kecemasan, depresi, serta masalah kesehatan fisik, termasuk tekanan darah tinggi.
Karena itu, karyawan sebaiknya tidak mengabaikan perubahan kondisi mental maupun fisik yang muncul setelah mengalami tekanan pekerjaan dalam jangka panjang.
Kapan Harus Resign?
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.