BREAKING NEWS
Minggu, 04 Oktober 2026

Sering Tertekan di Kantor? Kenali Ciri Bos Toxic dan Kapan Harus Resign

Administrator - Minggu, 04 Oktober 2026 12:13 WIB
Sering Tertekan di Kantor? Kenali Ciri Bos Toxic dan Kapan Harus Resign
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Atasan idealnya membantu menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan mendukung karyawan.

Namun, perilaku bos yang toxic atau toksik justru dapat menjadi sumber tekanan bagi bawahannya.

Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut bukan hanya memengaruhi suasana dan produktivitas kerja, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan mental dan fisik karyawan.

Baca Juga:

Melansir Physician Leaders, para ahli menyebut perilaku bos toxic dapat memengaruhi produktivitas, moral tim, serta meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

Salah satu ciri yang mudah dikenali adalah atasan yang merasa selalu benar dan sulit menerima kritik maupun masukan dari bawahannya.

Bos toxic juga cenderung memiliki empati yang rendah dan lebih mementingkan dirinya sendiri.

Mereka dapat mengambil kredit atas hasil kerja bawahan, sementara keberhasilan tim dianggap sebagai pencapaian pribadi.

Ciri Bos Toxic di Tempat Kerja

Sikap tidak konsisten juga menjadi salah satu tanda atasan yang toxic.

Seorang bos dapat memuji karyawan pada satu hari, tetapi menyalahkannya pada hari berikutnya.

Kondisi ini membuat karyawan kesulitan memahami standar dan ekspektasi kerja.

Penyalahgunaan jabatan merupakan tanda lain yang perlu diperhatikan.

Bos toxic dapat menggunakan kekuasaannya untuk menekan karyawan, menuntut kepatuhan tanpa memberikan ruang diskusi, hingga melakukan micromanaging atau mengawasi setiap detail pekerjaan secara berlebihan.

Target kerja yang tidak realistis dan tenggat waktu yang tidak masuk akal juga patut diwaspadai.

Instruksi yang tidak jelas dapat semakin membuat karyawan tertekan karena mereka tidak mengetahui hasil seperti apa yang sebenarnya diharapkan.


Perilaku meremehkan atau mempermalukan karyawan di depan orang lain juga termasuk tanda lingkungan kerja yang tidak sehat.

Begitu pula dengan kebiasaan mencari kambing hitam ketika terjadi kesalahan dan sikap terlalu percaya diri hingga menolak masukan.

Dampak Bos Toxic bagi Kesehatan

Bekerja di bawah atasan yang toxic tidak hanya membuat suasana kantor menjadi tidak nyaman.

Tekanan yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan rasa cemas dan takut saat bekerja.

Kondisi tersebut juga dapat menurunkan motivasi, menghilangkan kepercayaan terhadap atasan, hingga mendorong karyawan untuk meninggalkan pekerjaannya.

Dalam kondisi yang lebih serius, lingkungan kerja yang toxic dikaitkan dengan risiko burnout, gangguan kecemasan, depresi, serta masalah kesehatan fisik, termasuk tekanan darah tinggi.

Karena itu, karyawan sebaiknya tidak mengabaikan perubahan kondisi mental maupun fisik yang muncul setelah mengalami tekanan pekerjaan dalam jangka panjang.

Kapan Harus Resign?

Ketika menghadapi bos toxic, karyawan dapat mulai dengan mencatat interaksi penting dengan atasan.

Bukti komunikasi seperti email atau pesan tertulis juga sebaiknya disimpan apabila diperlukan untuk menjelaskan situasi yang terjadi.

Karyawan juga dapat berbicara dengan rekan kerja yang dipercaya, mentor, atau bagian HR untuk mendapatkan dukungan dan mempertimbangkan langkah yang tepat.

Dialog secara profesional dengan atasan dapat dilakukan apabila situasinya memungkinkan.

Namun, jika berbagai upaya tersebut tidak membuahkan perubahan dan kondisi pekerjaan terus berdampak buruk terhadap kesehatan, mencari posisi lain di dalam maupun di luar perusahaan dapat menjadi pilihan.

Kesehatan diri tetap perlu menjadi prioritas.

Lingkungan kerja yang terus diwarnai tekanan, intimidasi, atau perilaku merendahkan dalam jangka panjang dapat memberikan dampak yang sulit diabaikan.* (cb/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Influenza A Meningkat di Sumut, Dinkes: Alat Deteksi Hanya Tersedia di Medan dan Deli Serdang
Tembus 4 Juta Jiwa Cakupan UHC BPJS Kesehatan Cabang Medan Nyaris 100 Persen dan Lampaui Target Keaktifan
Kasus Influenza A di Medan Meningkat, Dinkes Perkuat Kesiapsiagaan Puskesmas dan Rumah Sakit
Waspada Gelombang PHK APINDO Warning RUU Ketenagakerjaan Baru Tak Bebani Dunia Usaha
Digerebek Saat Pesta Narkoba di Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Malah Lolos Pidana Lewat RJ
Kabar Baik untuk 13,3 Juta Pekerja! Pemerintah Siapkan BSU Rp900 Ribu untuk 3 Bulan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru