Sentuhan Humanis di Pidie! 500 Warga Antusias Serbu Bakti Kesehatan dan Terima Kursi Roda dari Polri
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
MEDAN -Kasus penculikan seorang anak balita di Perumnas Simalingkar, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, telah menjadi sorotan publik setelah tiga orang terduga pelaku diamankan oleh Kepolisian. Peristiwa ini memunculkan sejumlah pertanyaan dan spekulasi, terutama terkait motif dan kronologi peristiwa yang terjadi.
Peristiwa tragis tersebut berawal dari penculikan seorang anak balita oleh tiga orang terduga pelaku di Perumnas Simalingkar. Para terduga pelaku, yang terdiri dari seorang pria sopir taksi online, seorang perempuan berhijab hitam, dan seorang perempuan berambut pirang, berhasil diamankan oleh Polsek Medan Tuntungan.
Kapolsek Medan Tuntungan, Iptu Christin Malahayati Simanjuntak, menyatakan bahwa kasus tersebut telah dilimpahkan ke UPPA Polrestabes Medan untuk penyelidikan lebih lanjut. Hal ini mengindikasikan tingkat seriusnya kasus penculikan ini dan upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak berwenang.
Saksi mata yang berada di lokasi kejadian, Edison Sinuraya, mengungkapkan bahwa penculikan anak tersebut bermula dari masalah utang piutang antara ayah kandung anak dengan salah satu pelaku. Para pelaku kemudian mengambil anak tersebut secara langsung dari rumahnya tanpa sepengetahuan ibunya.
Setelah terjadi negosiasi untuk pengembalian anak, para pelaku mencoba melarikan diri dan akhirnya tertangkap di depan pasar tradisional. Peristiwa ini memicu reaksi emosional dari warga sekitar, yang meluapkan kemarahannya dengan memukuli para pelaku sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian.
Kronologi kasus ini menjadi pusat perhatian masyarakat, sementara pihak berwenang terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif sebenarnya di balik peristiwa ini. Di tengah kabar yang berkembang, publik menanti hasil investigasi lebih lanjut dari pihak kepolisian untuk mendapatkan kejelasan tentang kasus yang mengejutkan ini.
Kini, dengan penanganan kasus yang dilimpahkan ke Polrestabes Medan, masyarakat berharap akan terungkap kebenaran dan keadilan akan ditegakkan bagi korban dan keluarganya. Kasus ini juga menjadi peringatan bagi semua pihak akan pentingnya keamanan dan perlindungan anak-anak dalam lingkungan masyarakat.
Tribun Medan akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan memberikan informasi lebih lanjut kepada publik begitu ada perkembangan terbaru dari pihak berwenang.
(N/014)
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan mengalami kebangkitan besar dalam beberapa tahun mendatang. Namun, Prabowo men
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti sejumlah siaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi di depan Gedu
NASIONAL
JAKARTA Tembakan gas air mata kembali dilepaskan ke arah kerumunan massa di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pejompongan Raya, Jakart
PERISTIWA
LANGKAT Tim futsal putri SMK Negeri 2 Binjai berhasil meraih juara 2 dalam turnamen Piala RA CUP yang digelar di Gedung Olahraga Langkat.
OLAHRAGA
JAKARTA Anas Urbaningrum menilai perdebatan mengenai pernyataan Budi Arie di hadapan Presiden Joko Widodo soal kemungkinan perubahan sebel
POLITIK
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kesediaannya menjadi Orang Tua Asuh bagi para nazir wakaf di
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ha
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA