Makna Spiritual Idul Fitri: Jangan Hanya Pakaian Baru dan Hidangan, Lakukan Muhasabah
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMA
SULUT -Kisah tragis merenggut nyawa seorang wanita muda, RT (24), yang menjadi korban keganasan suaminya sendiri, RL (26), di sebuah desa terpencil di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Motif keji di balik aksi pembunuhan ini adalah rasa cemburu yang membutakan mata sang suami.
Kapolres Minsel, AKBP Feri R. Sitorus, mengungkapkan bahwa RL, pelaku pembunuhan yang mengguncang kawasan tersebut, mengaku bahwa aksinya dipicu oleh rasa curiga dan cemburu yang melanda hatinya. Dalam pengakuannya, RL menyatakan bahwa ia curiga istrinya memiliki hubungan asmara dengan pria lain, suatu dugaan yang ternyata tragisnya berujung pada kehilangan nyawa.
Peristiwa tragis ini terjadi di Desa Temboan, Kecamatan Maesaan, pada Jumat (3/5), sekitar pukul 04.30 Wita. Tidak hanya membacok istrinya, RL juga melakukan kekerasan fisik terhadap ibu mertuanya, JT (48), yang juga menjadi korban dalam tragedi ini.
“Dari keterangan awal, aksi kekerasan ini dilakukan oleh tersangka RL menggunakan senjata tajam jenis parang,” ungkap Feri, menjelaskan kebrutalan yang terjadi dalam kejadian tersebut.
Kedua korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Cantia Tompasobaru untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, takdir berkata lain bagi RT, yang harus menutup mata untuk selamanya di ruang gawat darurat rumah sakit. Sementara itu, JT sedang berjuang melawan luka-luka serius yang dideritanya, termasuk luka potong di bagian lengan, dada, dan kepala.
Feri menegaskan bahwa RL telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Pelaku akan dihadapkan pada Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang mengatur hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup atau selama 20 tahun bagi pembunuhan.
Tragedi pembunuhan ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat. Rasa cemas dan ketakutan menyelimuti wilayah yang sebelumnya damai, menandai akhir yang tragis dari sebuah kisah cinta yang seharusnya dipenuhi dengan kasih sayang dan pengertian.
(N/014)
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMA
BANDA ACEH Ribuan warga Banda Aceh dan sekitarnya memadati jalanjalan protokol kota untuk mengikuti Pawai Takbir Idul Fitri 1447 Hijria
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan masyarakat Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, memad
NASIONAL
MEDAN Memasuki hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu (22/03/2026), Plaza Medan Fair dipadati pengunjung yang ingin menghabiskan wak
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah bersama warga di Masjid Darussalam, Desa Simpang Empat
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, telah mencapai
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu, 21 Maret 2026. Kehadiran Pr
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan warga memadati Masjid Agung Al Abror, Padangsidimpuan, Sumatera Utara, untuk melaksanakan Salat Idul Fitri, Sabtu
NASIONAL
BANDA ACEH Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau dikenal Mualem, membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada warga melalui timnya di Meuligo
NASIONAL
ACEH TAMIANG Menutup bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, bersama Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavi
PEMERINTAHAN