Prabowo Ngamuk di Kejagung! Diserang 'Operasi' Buzzer Triliunan, Tegaskan Siap Mati demi Rakyat
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya bersama jajaran pemerintah tidak gentar menghadapi berbagai tekanan dalam menjalankan
POLITIK
JAKARTA – Sidang kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi yang melibatkan mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus mengungkap fakta-fakta mengejutkan. Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Akhmad Musyafak, Mantan Kepala Biro Umum dan Pengadaan pada Kementerian Pertanian (Kementan), sebagai saksi.
Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta, Musyafak mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami tekanan dan ancaman dari eks Sekretaris Jenderal Kementan, Kasdi Subagyono. Kasdi mengancam akan mencari orang lain jika Musyafak tidak mendukung setiap perintah yang diberikan.
“Pak Sekjen, Pak Kasdi, memanggil saya langsung ke ruangannya. Dia mengatakan bahwa ‘kalau Pak Karo (Kepala Biro) tidak bisa mendukung saya, saya akan mencari orang lain’,” ungkap Musyafak dalam kesaksiannya 22 April 2024 .
Musyafak menambahkan bahwa ancaman tersebut disampaikan secara langsung oleh Kasdi di ruang kerjanya di Kementan. Hal ini menimbulkan tekanan bagi Musyafak untuk selalu patuh dan mendukung setiap perintah yang diberikan, baik untuk kepentingan kedinasan maupun pribadi SYL, menggunakan anggaran di Kementan.
Dalam pemeriksaan lebih lanjut, Musyafak mengakui bahwa dirinya merasa terpaksa untuk mengikuti perintah SYL dan Kasdi karena takut akan terancamnya jabatannya. Ancaman Kasdi dengan kata-kata “cari orang lain” membuat Musyafak merasa bahwa jabatannya terancam.
Sidang ini merupakan bagian dari proses pengungkapan kasus korupsi yang melibatkan SYL, yang didakwa melakukan pemerasan dan menerima gratifikasi dengan total Rp 44,5 miliar. Kasdi Subagyono dan M Hatta, dua eks anak buah SYL, juga terlibat dalam kasus ini dan diadili dalam berkas perkara terpisah.
Keterangan yang diungkapkan oleh Musyafak memberikan gambaran yang lebih jelas tentang tekanan dan ancaman yang dialaminya dalam menjalankan tugasnya di Kementan. Hal ini juga menyoroti praktik korupsi dan nepotisme yang diduga melibatkan pejabat tinggi dalam pemerintahan.
Kasus ini terus menjadi sorotan masyarakat karena melibatkan pejabat penting dalam pemerintahan dan menunjukkan perlunya penegakan hukum yang tegas terhadap tindak korupsi di Indonesia.
(K/09)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya bersama jajaran pemerintah tidak gentar menghadapi berbagai tekanan dalam menjalankan
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan turnamen TennisFest Medan 2026. Dukungan
OLAHRAGA
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan menaruh perhatian pada penguatan kinerja dan pembenahan pengelolaan pasar dalam penyusunan Rencana Ker
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyiapkan 34 jaksa penuntut umum (JPU) untuk menangani sidang perdana mantan Jaksa Agung Muda Tindak P
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Relawan Militan Gibran 08 Nusantara menyambut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan permohonan Perselisihan Hasil Pemil
POLITIK
JAKARTA, BITVONLINE.COM Dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan dalam persidangan Mahkamah Konstitusi (
POLITIK
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan permohonan sengketa syarat pencalonan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2024 t
POLITIK
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak menemukan bukti yang meyakinkan bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memiliki ija
POLITIK
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2024 yang memp
POLITIK
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan berwenang mengadili perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presid
POLITIK