BREAKING NEWS
Senin, 23 Februari 2026

Terjebak di Kapal Terbalik, 4 Warga Aceh Penyelundupan Rohingya Ditangkap

BITVonline.com - Rabu, 03 April 2024 04:51 WIB
Terjebak di Kapal Terbalik, 4 Warga Aceh Penyelundupan Rohingya Ditangkap
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH BARAT  – Empat warga di Aceh telah ditangkap oleh pihak kepolisian atas dugaan keterlibatan dalam penyelundupan pengungsi Rohingya ke wilayah Aceh Barat. Dua dari pelaku tersebut diamankan setelah terjebak di atas kapal yang terbalik di tengah laut Meulaboh, bersama dengan puluhan pengungsi yang mereka bawa, 3 April 2024.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Andi Kirana, dalam keterangannya kepada wartawan, menyebutkan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang diterima pada Rabu, 20 Maret lalu. Pada saat itu, nelayan Aceh Barat melakukan evakuasi terhadap empat orang dari laut ke darat. Tiga jam kemudian, seorang nelayan mengevakuasi enam pengungsi Rohingya beserta seorang warga Aceh Selatan yang diketahui sebagai ABK kapal KM Rizky Nelayan.

Lebih lanjut, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 69 pengungsi Rohingya lainnya yang bertahan di atas kapal pada Kamis, 21 Maret. Dari rombongan pengungsi tersebut, teridentifikasi dua warga Aceh yang juga merupakan ABK kapal tersebut.

Menurut Kapolres, setelah dilakukan pemeriksaan, para pelaku memberikan informasi mengenai beberapa nama yang diduga terlibat dalam kasus ini, termasuk inisial S, K, R, dan MK Alias Pak Cik, yang masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

“Orang yang diduga menjadi otak dalam kasus penyelundupan ini adalah HS,” ungkap Andi.

Tim gabungan berhasil menangkap HS di gerbang Tol Seulimuem, Aceh Besar pada Senin, 25 Maret, saat hendak melarikan diri. Saat ini, keempat pelaku telah ditahan di Polres Aceh Barat.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa HS menerima bayaran sebesar Rp 5 juta per orang dari agen yang berada di Malaysia untuk memasukkan pengungsi Rohingya ke wilayah Aceh dan selanjutnya ke Malaysia. Rencananya, para pengungsi tersebut akan dibawa ke wilayah Ujung Raja Nagan Raya, Sumatera Utara, menggunakan truk, dan kemudian diseberangkan ke Tanjung Selangor, Malaysia.

Skandal penyelundupan ini mengungkapkan sisi gelap perdagangan manusia di perairan Aceh, di mana keberadaan jaringan penyelundupan yang terorganisir dengan baik telah menyebabkan penderitaan bagi para pengungsi Rohingya yang berusaha mencari perlindungan dan kehidupan yang lebih baik. Kini, pihak berwenang terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk membongkar jaringan penyelundupan ini dan mengakhiri perburuan manusia yang merugikan ini.

(K/09)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru