BREAKING NEWS
Minggu, 03 Mei 2026

Dugaan kecurangan penerimaan PPPK, Poldasu Amankan BKPSDM dan Kadisdik Batubara

BITVonline.com - Rabu, 31 Januari 2024 11:03 WIB
Dugaan kecurangan penerimaan PPPK, Poldasu Amankan BKPSDM dan Kadisdik Batubara
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BATUBARA – Penyidik Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara (Poldasu) dikabarkan telah mengamankan Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Batubara pada Senin (29/1). Kedua pejabat tersebut diamankan terkait dugaan pengutipan uang dari para peserta ujian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Batubara.

Selain Kepala BKPSDM dengan inisial MD dan Kadis Pendidikan dengan inisial AH, Sekretaris Dinas Pendidikan dengan inisial DT dan Ketua Panitia Calon ASN (CASN) dengan inisial RA juga dilaporkan turut diperiksa. Informasi mengenai dugaan pungutan liar (pungli) ini muncul setelah adanya laporan dari sejumlah peserta PPPK.

Dalam laporan yang diperoleh, terdapat peserta PPPK yang sebelumnya tidak lulus namun dapat dinyatakan lulus setelah melakukan “penyetoran” uang. Hal ini menimbulkan kecurigaan di kalangan peserta lain yang kemudian melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib.

Besaran dana yang dikutip untuk meloloskan peserta PPPK tersebut belum diketahui secara pasti, namun informasi menyebutkan bahwa nominalnya bervariasi dan mencapai puluhan juta rupiah per orang.

Sementara itu, terungkap bahwa AH menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Batubara pada tahapan Seleksi Kompetensi Teknis dan Tes Tertulis (SKTT) PPPK tahun 2023. Sedangkan pemeriksaan terhadap DT terkait proses seleksi dilakukan saat DT menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Batubara, sebelum kemudian digantikan oleh AH dan kembali menjabat sebagai Sekretaris Kadisdik.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, yang dikonfirmasi mengenai penangkapan oknum Kepala BKPSDM dan Kadis Pendidikan Kabupaten Batubara, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Hadi Wahyudi tidak menampik bahwa keduanya telah menjalani pemeriksaan, namun mengatakan bahwa prosesnya masih dalam tahap penyelidikan.

Sementara itu, ketika dihubungi, AH selaku Kepala Dinas Pendidikan Batubara tidak memberikan tanggapan, dan hanya satu contrengan yang terlihat dalam pesan WhatsApp.

(A/08)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru