BREAKING NEWS
Senin, 16 Maret 2026

Empat Tersangka Ditetapkan dalam Kasus Pemalsuan SHM Pagar Laut Tangerang, Kepala Desa Kohod Terlibat!

Redaksi - Rabu, 19 Februari 2025 09:52 WIB
Empat Tersangka Ditetapkan dalam Kasus Pemalsuan SHM Pagar Laut Tangerang, Kepala Desa Kohod Terlibat!
Brigadir Jenderal Djuhandhani Rahardjo Puro, Direktur Tipidum Bareskrim Polri,
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TANGGERANG -Direktorat Tindak Pidana Umum (Tipidum) Bareskrim Polri menetapkan empat tersangka dalam kasus pemalsuan Sertifikat Hak Milik (SHM) terkait pagar laut di perairan Tangerang. Kepala Desa Kohod, Arsin bin Asip, turut tercatat sebagai salah satu tersangka dalam perkara ini.

Brigadir Jenderal Djuhandhani Rahardjo Puro, Direktur Tipidum Bareskrim Polri, mengungkapkan bahwa keempat tersangka tersebut baru saja ditetapkan pada Selasa (18/2/2025) setelah melalui gelar perkara dan penyidikan yang panjang. "Penyidik sepakat menetapkan empat tersangka terkait pemalsuan beberapa surat dokumen untuk permohonan hak atas tanah di kasus pagar laut Tangerang," kata Djuhandhani.

Empat tersangka yang ditetapkan adalah Kepala Desa Kohod Arsin bin Asip, Sekretaris Desa Kohod Ujang Karta, serta dua penerima kuasa berinisial SP dan CE. Mereka diduga bersama-sama membuat dan menggunakan surat palsu, termasuk girik, surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah, serta dokumen-dokumen lainnya antara Desember 2023 hingga November 2024.

Penyidik Bareskrim Polri telah melakukan sejumlah langkah, termasuk pemeriksaan dan penggeledahan rumah Arsin bin Asip saat penyidikan berlangsung. Djuhandhani juga menambahkan bahwa penyidik akan segera melengkapi administrasi penyidikan dan melanjutkan langkah-langkah lebih lanjut dalam kasus ini.

Dalam perkara ini, unsur pelanggaran pidana yang disangkakan meliputi Pasal 263, Pasal 264, dan Pasal 266 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta Pasal 3, Pasal 4, dan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Kasus pemalsuan SHM ini menyita perhatian publik terkait dugaan pemalsuan dokumen yang berkaitan dengan hak atas tanah di wilayah perairan Tangerang, yang dinilai merugikan pihak terkait.

(gn/n14)

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru