Cuaca Jabar Hari Ini 2 Oktober: Hujan di Sejumlah Daerah, Suhu Capai 35°C
BANDUNG Prakiraan cuaca Jawa Barat pada Jumat, 2 Oktober 2026, menunjukkan kondisi yang cukup beragam. Sejumlah wilayah diprakirakan menga
NASIONAL
JAKARTA -Isu pengoplosan Pertamax kembali mencuat, dan kali ini Kejaksaan Agung (Kejagung) bersikukuh dengan temuan yang mengarah pada praktik pencampuran bahan bakar dengan kualitas lebih rendah. Hal ini bertentangan dengan bantahan yang disampaikan oleh PT Pertamina Patra Niaga yang memastikan tidak ada pengoplosan antara Pertamax dan Pertalite.
Abdul Qohar, Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, menegaskan bahwa pihaknya menemukan bukti yang mengindikasikan adanya pencampuran bahan bakar RON 90 (Pertalite) atau lebih rendah lagi, seperti RON 88 (Premium), dengan RON 92 (Pertamax). Temuan ini diperoleh dari pemeriksaan sejumlah saksi yang telah diperiksa oleh penyidik.
"Penyidik menemukan bahwa ada pengoplosan, di mana RON 90 atau lebih rendah, seperti RON 88, di-blending dengan RON 92. Temuan ini didasarkan pada keterangan saksi yang kami peroleh," ujar Abdul Qohar, Kamis (27/2/2025).
Menurutnya, hasil dari pengoplosan tersebut dipasarkan dengan harga setara Pertamax, meskipun bahan bakarnya terdiri dari campuran yang lebih rendah oktannya. Abdul Qohar juga menambahkan bahwa keterangan saksi menguatkan fakta ini, dan Kejagung akan melibatkan ahli untuk menyelidiki lebih lanjut.
"Saksi sudah memberi keterangan seperti itu, dan kami akan melibatkan ahli untuk meneliti lebih lanjut. Fakta-fakta yang ada sudah cukup jelas," jelasnya.
Namun, PT Pertamina Patra Niaga, melalui Pelaksana Tugas Harian Direktur Utama Mars Ega Legowo Putra, membantah adanya pengoplosan tersebut. Dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI pada Rabu (26/2/2025), Ega menegaskan bahwa Pertamina tidak melakukan praktik pencampuran bahan bakar Pertalite dengan Pertamax. Ia memastikan bahwa produk yang diterima dan dijual di SPBU sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.
"Proses yang terjadi bukan pengoplosan, melainkan penambahan aditif pada produk Pertamax. Kami menambahkan aditif untuk meningkatkan kualitas produk, bukan untuk mengubah oktannya," jelas Ega.
Ega juga menjelaskan bahwa Pertamina mengelola bahan bakar dari terminal hingga ke SPBU. Proses pengangkutan bahan bakar dari kilang ke terminal dilakukan oleh kapal milik Pertamina, dan di setiap tahapannya, bahan bakar diuji untuk memastikan kualitasnya.
(tb/a)
BANDUNG Prakiraan cuaca Jawa Barat pada Jumat, 2 Oktober 2026, menunjukkan kondisi yang cukup beragam. Sejumlah wilayah diprakirakan menga
NASIONAL
YOGYAKARTA Prakiraan cuaca Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat, 2 Oktober 2026, menunjukkan kondisi cerah hingga berawan di lima k
NASIONAL
DENPASAR Prakiraan cuaca Bali pada Jumat, 2 Oktober 2026, menunjukkan kondisi cerah hingga berawan di seluruh kabupaten dan kota. Berdasar
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghadirkan ahli hukum tata negara Khairul Fahmi dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Pre
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy&039ari mengungkap alasan KPU tidak meragukan dokumen pendidikan Gibran Rak
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Hakim Konstitusi Arsul Sani menegur ahli dari pihak terkait, Muhammad Rullyandi, dalam sidang sengketa syarat pencalonan Wakil P
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pakar Hukum Tata Negara Muhammad Rullyandi menilai pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden merupakan satu kesatuan.
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Eks Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy&039ari memaparkan kronologi pembentukan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 19 Tahun 2
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Timnas Indonesia meraih kemenangan telak 92 atas Bangladesh dalam pertandingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelo
OLAHRAGA
MEDAN Direktorat Reserse Siber Polda Sumatera Utara membongkar praktik judi online yang beroperasi di Kota Medan dan Tebing Tinggi. Poli
HUKUM DAN KRIMINAL