BREAKING NEWS
Jumat, 28 Agustus 2026

Polrestabes Medan Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Terhadap Tahanan Salman Alfaris Siregar

- Kamis, 27 Februari 2025 18:18 WIB
Polrestabes Medan Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Terhadap Tahanan Salman Alfaris Siregar
Kepala Polrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN -Polrestabes Medan memberikan klarifikasi terkait dugaan penganiayaan terhadap tahanan, Salman Alfaris Siregar, yang sempat menghebohkan publik.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, dalam wawancara di Polrestabes Medan, Kamis (27/2/2025), menyatakan bahwa setelah melakukan konfirmasi dan visum terhadap Salman, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik.

Gidion menjelaskan bahwa Salman, yang sebelumnya dikabarkan mengalami penganiayaan di sel tahanan Polrestabes Medan, telah mengklarifikasi bahwa peristiwa tersebut tidak terjadi.

Salman mengaku, selama pemeriksaan, bahwa pernyataan mengenai penganiayaan itu diungkapkan dalam kondisi psikis yang tidak stabil.

"Dia (Salman) mengakui bahwa pernyataan penganiayaan yang disampaikan adalah saat dirinya sedang dalam kondisi psikologis yang terganggu," ujar Kombes Gidion.

Ia menambahkan bahwa Salman kini sudah tidak lagi ditahan karena telah berdamai dengan pihak yang melaporkannya terkait perkara penipuan dan penggelapan yang menjadi dasar penahanannya.

Salman, warga Kabupaten Deli Serdang, sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Medan setelah dilaporkan kritis pada 29 Januari 2025.

Menurut keterangan kuasa hukum Salman, Tuseno, keluarga Salman menerima informasi bahwa ia dibawa ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka lebam di tubuhnya, serta darah yang keluar dari air seninya.

"Setelah dicek, keadaan korban ada luka lebam di tangan, kaki, dan hidung. Kemudian, ada darah keluar dari air seninya. Sewaktu siuman, korban juga mengalami ketakutan," ungkap Tuseno kepada Kompas.com, Senin (10/2/2025).

Tuseno juga menyebutkan bahwa Salman mengaku telah dianiaya oleh beberapa orang, yang diduga merupakan orang suruhan dari pihak yang melaporkannya.

Meskipun laporan penganiayaan telah dibuat oleh istri Salman ke Polda Sumut, pihak Polrestabes Medan memastikan bahwa penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan terkait dugaan keterlibatan aparat dalam kasus ini.

Namun, Kapolrestabes Medan menegaskan bahwa berdasarkan hasil visum, tidak ditemukan bukti penganiayaan yang signifikan.

Kasus ini masih menjadi perhatian pihak berwenang, dan keluarga Salman berharap agar penyelidikan dapat mengungkap kebenaran di balik peristiwa yang terjadi.

(km)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru