Dua Advokat Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Gunakan Data Pribadi Tanpa Hak
JAKARTA Dua advokat berinisial HS dan PN dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelanggaran UndangUndang Nomor 27 Tahun 2022 tentang
HUKUM DAN KRIMINAL
bitvonline.com-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina pada periode 2019-2024, mengungkapkan dugaan adanya mafia migas yang terlibat dalam skema pengadaan aditif pada produk Pertamax dan Pertalite.
Hal ini disampaikan Ahok dalam sebuah wawancara yang tayang di kanal YouTube Narasi pada Sabtu (1/3/2025).
Menurut Ahok, salah satu masalah besar yang terjadi adalah pengadaan aditif yang melibatkan oknum di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diduga menjadi backing untuk memastikan Pertamina membeli aditif tersebut melalui tender yang tidak sah.
Ahok menambahkan bahwa meskipun sudah memberikan arahan agar pengadaan aditif dilakukan secara transparan dan terintegrasi, praktik mafia ini tetap berlangsung.
Ahok juga menyoroti kembalinya orang-orang yang sebelumnya terkait dengan PT Petral, yang telah dibubarkan karena dianggap sarang mafia.
Ia mempertanyakan mengapa orang-orang tersebut malah diangkat menjadi Direksi di Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan PT Pertamina.
Menurut Ahok, ketidaktransparanan ini adalah bagian dari permainan yang sudah berlangsung lama.
Ia menyebut bahwa masalah ini melibatkan banyak pihak dan dapat mengarah pada korupsi yang merugikan negara hingga triliunan rupiah.
Dalam kesempatan itu, Ahok juga memberikan solusi kepada pemerintah untuk memerangi mafia migas dengan menggunakan sistem e-katalog yang diawasi oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Dengan sistem ini, Ahok yakin mafia migas bisa diberantas dan menciptakan efisiensi dalam pengadaan bahan bakar dan produk lainnya.
Terkait dengan pergantian jabatan di Pertamina, Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan bahwa rapat umum pemegang saham (RUPS) yang akan digelar pada Maret 2025 akan membahas penggantian Komisaris dan Direksi di berbagai BUMN, termasuk Pertamina Patra Niaga.
Erick menegaskan bahwa semua pergantian akan dilakukan dengan pertimbangan matang untuk menjaga keberlanjutan dan performa perusahaan.
Kasus mafia migas ini semakin menjadi perhatian setelah Kejaksaan Agung menetapkan sembilan tersangka, termasuk mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan, yang diduga terlibat dalam pengoplosan Pertamax dengan bahan bakar yang kualitasnya lebih rendah. Kejagung juga menangani kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp193,7 triliun per tahun akibat praktik mafia ini.
(tb/n14)
JAKARTA Dua advokat berinisial HS dan PN dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelanggaran UndangUndang Nomor 27 Tahun 2022 tentang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyoroti kondisi petani Indonesia yang dinilainya semakin terdesak aki
EKONOMI
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto melepas langsung kepulangan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, usai kunjungan kenegaraan di In
NASIONAL
JAKARTA Mantan Presiden Republik Indonesia ke7, Joko Widodo (Jokowi), dipastikan akan menghadiri sidang lanjutan perkara dugaan ijazah
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan kasus gratifikasi yang menjerat mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Maj
NASIONAL
JAKARTA Sebanyak 30.000 manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dijadwalkan mulai ditempatkan di berbagai daerah pada Agust
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan di RSU
PEMERINTAHAN
MEDAN Tim penasihat hukum (PH) tiga terdakwa kasus dugaan korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Fa
HUKUM DAN KRIMINAL
BENER MERIAH Sebanyak 135 Reje Kampung (Kepala Desa) terpilih periode 20262032 resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya dalam pro
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) resmi meluncurkan rangkaian Bulan Koperasi sebagai pe
NASIONAL