Tiga Pembuktian Perkara Membatalkan Pencalonan Wapres Gibran
OlehHerman DirgantaraTHE least dangerous branch of the American government is the most extraordinarily powerful court of law the world has
OPINI
KARAWANG -Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Satgas Pangan Polri secara resmi menutup pabrik pengemasan minyak goreng kemasan sederhana merek pemerintah, Minyakita, yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.
Pabrik PT Artha Eka Global Asia (AEGA) ini terbukti mengurangi isi kemasan minyak goreng yang seharusnya 1 liter, menjadi hanya 800 mililiter, yang tidak sesuai dengan label yang tertera.
Menteri Perdagangan Budi Santoso memimpin langsung inspeksi ke lokasi pabrik di Karawang Sentra Bizhub pada Kamis, 13 Maret 2025.
Dalam pengecekan tersebut, ditemukan botol berukuran 800 ml yang direncanakan untuk produksi Minyakita, meski pada label tertulis 1 liter.
Hasil pengukuran di lapangan menunjukkan bahwa minyak goreng dalam botol-botol tersebut hanya berisi 800,2 mililiter.
"Kita temukan sekarang banyak botol-botol yang berukuran 800 mililiter yang rencananya akan digunakan untuk produksi Minyakita. Pada label tertulis 1 liter, tapi setelah diukur, isinya terbukti hanya 800,2 mililiter," ujar Budi Santoso di lokasi.
Kemendag sebelumnya telah menerima laporan mengenai dugaan pengurangan isi Minyakita di PT AEGA sejak awal Maret 2025.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim pengawas Kemendag bersama Satgas Pangan Polri segera melakukan inspeksi.
Namun, saat tim tiba di lokasi di Depok pada 7 Maret, pabrik sudah tidak beroperasi dan telah memindahkan kegiatan pengemasan ke Karawang.
Pada 8 Maret, temuan minyak goreng Minyakita dengan volume 800 ml diproduksi oleh PT AEGA diungkap dalam inspeksi yang dipimpin oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Pasar Jaya Lenteng Agung, Depok.
Produk tersebut segera menjadi viral, semakin memperkuat dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pabrik tersebut.
Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, Kemendag menemukan bahwa PT AEGA telah memindahkan operasional pengemasannya ke Karawang Sentra Bizhub, yang kemudian disegel oleh pihak berwenang.
Pemerintah menyita 140 karton berisi 12 botol Minyakita dengan isi kurang dari satu liter, serta 32.284 botol kosong berukuran 800 ml yang sudah disiapkan untuk produksi lebih lanjut.
"PT AEGA baru sekitar satu bulan pindah ke sini. Kami menemukan banyak botol-botol yang berukuran 800 ml yang rencananya akan digunakan untuk produksi Minyakita," tambah Budi.
Selain itu, PT AEGA juga diketahui telah menjual lisensi produksi Minyakita kepada dua perusahaan lain di Rajeg dan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, yang dibayar sebesar Rp12 juta per bulan.
Namun, kedua perusahaan tersebut juga ditemukan melanggar aturan, termasuk mengurangi volume kemasan Minyakita menjadi hanya 750 ml.
"Kedua perusahaan itu ternyata juga tidak memenuhi standar dan melanggar aturan. Salah satunya juga memproduksi minyak kita dengan ukuran 750 ml," jelas Budi Santoso.
Sebagai langkah tegas, Polda Banten kini telah menangani kedua perusahaan tersebut dan menghentikan operasional mereka.
Menteri Budi Santoso menegaskan bahwa PT AEGA dan perusahaan lain yang terlibat dalam pelanggaran ini tidak akan diperbolehkan untuk melanjutkan operasinya.
(cb/a)
OlehHerman DirgantaraTHE least dangerous branch of the American government is the most extraordinarily powerful court of law the world has
OPINI
REMBANG Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menyebut ulama memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesi
NASIONAL
BINJAI Gagasan pembangunan lembaga pendidikan kejuruan berbasis agama dan semi militer mulai dijajaki di Sei Remban. Penjajakan tersebut
PENDIDIKAN
JAKARTA Guru Besar Universitas Trisakti sekaligus Pengamat Kebijakan Publik Prof. Trubus Rahardiansah mengingatkan agar percepatan penye
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ombudsman Republik Indonesia meminta penyelarasan instrumen penilaian reformasi birokrasi dan kualitas pelayanan publik segera d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung masih mempelajari putusan banding Pengadilan Tinggi Jakarta terhadap mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Rise
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyepakati postur belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Bel
EKONOMI
Oleh Yakub F. IsmailDUKA nasional belum berakhir. Misteri hilangnya lima jurnalis bersama kru Speedboat Arupadhatu 1 sampai kini masih belu
OPINI
LANGKAT Ketua Persadaan Merga Silima (PMS) Kabupaten Langkat, Edi Bahagia Sinuraya, S.IP, bersama jajaran pengurus dan panitia pelantika
NASIONAL
MEDAN Ombudsman RI didesak mengambil langkah hukum dengan memidanakan seluruh petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang menghalanghal
PERISTIWA