Asap Berbahaya Masih Menyelimuti Lokasi Kebakaran, Rico Waas Minta Warga Segera Mengungsi
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung meninjau lokasi kebakaran pabrik plastik dan mainan di Jalan Ladang, Gang Pe
PEMERINTAHAN
JAKARTA -Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri terus mendalami kasus dugaan korupsi terkait dengan pembangunan pagar laut di Kabupaten Tangerang, Banten.
Hingga saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa 34 saksi yang terdiri dari berbagai pihak, termasuk perwakilan dari pihak swasta, Kementerian ATR/BPN, kepala desa, serta masyarakat sekitar.
Kepala Kortastipidkor Polri, Irjen Pol. Cahyono Wibowo, dalam keterangan yang disampaikan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Selasa (18/3), mengungkapkan bahwa penyelidikan ini juga mencakup kasus serupa di Bekasi, Jawa Barat, dan Deli Serdang, Sumatera Utara.
Irjen Pol. Cahyono menduga adanya keterkaitan antara ketiga kasus tersebut, dengan pihak yang sama sebagai pelaku tindak pidana.
"Saksi-saksi yang telah diperiksa berasal dari berbagai pihak, termasuk dari ATR/BPN, kepala desa, dan juga masyarakat. Kami juga sedang mendalami apakah ada keterkaitan antara kasus pagar laut di Tangerang, Bekasi, dan Deli Serdang," ujar Cahyono.
Penyelidikan ini merupakan kelanjutan dari kasus dugaan pemalsuan sertifikat tanah yang terkait dengan pembangunan pagar laut di Tangerang.
Kasus ini melibatkan penerbitan 263 sertifikat hak guna bangunan (SHGB) dan 17 sertifikat hak milik (SHM) yang diduga palsu di Desa Kohod, Kabupaten Tangerang.
Kasus pemalsuan sertifikat ini telah dilimpahkan kepada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung.
Sementara itu, dalam perkembangan kasus pemalsuan sertifikat, terdapat empat berkas yang telah diserahkan ke Kejaksaan Agung, yaitu berkas tersangka Kepala Desa Kohod, Arsin, Sekretaris Desa Kohod, UK, serta dua orang lainnya yang merupakan penerima kuasa, SP dan CE.
Jika berkas dinyatakan lengkap oleh kejaksaan, maka empat tersangka tersebut akan segera disidangkan.
Kasus ini menjadi sorotan karena terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek infrastruktur yang seharusnya memberikan manfaat untuk masyarakat, namun justru menimbulkan kerugian negara.
(at/a)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung meninjau lokasi kebakaran pabrik plastik dan mainan di Jalan Ladang, Gang Pe
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan apresiasi kepada Maluku Medan Bersatu (MMB) yang telah menunjukkan kepedulian so
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea angkat bicara terkait berbagai kritik yang belakangan diarahkan kepada Sekretaris Kabinet (
NASIONAL
MONTERREY Timnas Jepang tampil perkasa saat menghadapi Tunisia pada laga Grup F Piala Dunia 2026. Samurai Biru sukses meraih kemenangan te
OLAHRAGA
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) tetap dalam k
NASIONAL
DAIRI Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Nasional SidikalangMedan, tepatnya di Dusun Invaliden, Desa Peg
PERISTIWA
JAKARTA Polemik posisi partai penyeimbang yang disematkan kepada PDI Perjuangan kembali memanas di ruang politik nasional. Sejumlah el
POLITIK
BANDA ACEH Satu korban insiden ledakan di Kapal Aceh Hebat (AH) 2, Fakhri Herdieco, meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di
PERISTIWA
MEDAN Kebakaran pabrik plastik dan mainan di kawasan Medan Johor, Kota Medan, hingga Minggu (21/6/2026) siang masih belum sepenuhnya pad
PERISTIWA
JAKARTA Tiga negara dipastikan sudah lebih dulu mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menyelesaikan matchday kedu
OLAHRAGA