Survei Voxpol: Mayoritas Pemilih Demokrat dan PKS Tidak Percaya Pemerintahan Prabowo-Gibran
MEDAN Survei Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan 55,1 persen pemilih Partai Demokrat tidak percaya terhadap pemerintahan P
POLITIK
MALAYSIA -Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Indonesia kembali menjadi korban kekerasan. Lima WNI yang diduga pekerja migran ilegal ditembak oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) di perairan Tanjung Rhu, Malaysia, pada Jumat (24/1/2025). Dalam insiden ini, satu WNI berinisial B dilaporkan tewas, sementara empat korban lainnya mengalami luka-luka dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit Malaysia.
Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, mengonfirmasi bahwa salah satu korban yang tewas diduga berasal dari Provinsi Riau. Namun, pihaknya masih menunggu kronologi lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.
“Korban yang tewas berinisial B, diduga berasal dari Riau. Detail lebih lanjut masih kami tunggu. Selain itu, ada empat WNI lainnya yang terluka,” ungkap Fanny Wahyu Kurniawan, Selasa (28/1), di Pekanbaru.
Fanny menambahkan bahwa BP3MI bersama Kementerian Luar Negeri Indonesia tengah berkoordinasi dengan pihak Malaysia untuk mendapatkan transparansi terkait penyelidikan insiden tersebut. Mereka juga sedang memastikan jenazah korban bisa segera dipulangkan setelah proses autopsi dan administrasi selesai. Proses pemulangan jenazah diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga hari.
Insiden penembakan terjadi ketika kapal yang membawa lima PMI ilegal, tanpa dokumen resmi, dihentikan oleh patroli APMM pada pukul 03.00 waktu setempat. Kementerian Luar Negeri Indonesia mengungkapkan bahwa penembakan dilakukan karena korban diduga melawan petugas saat dihentikan oleh APMM.
Wakil Menteri Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani, mengecam keras tindakan yang dinilai berlebihan oleh otoritas Malaysia dalam penggunaan kekuatan yang menyebabkan hilangnya nyawa dan melukai beberapa pekerja migran Indonesia.
“Kami meminta pemerintah Malaysia untuk segera mengusut tuntas tindakan kekerasan ini dan memberikan transparansi penuh dalam proses penyelidikan,” tegas Christina Aryani.
Kementerian Luar Negeri dan BP3MI berjanji akan terus mengawal kasus ini agar hak-hak para korban mendapatkan perlindungan dan perhatian yang layak.(ANTR)
(N/014)
MEDAN Survei Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan 55,1 persen pemilih Partai Demokrat tidak percaya terhadap pemerintahan P
POLITIK
MEDAN Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem berpotensi melanda sejumlah wilayah Sumatera Utara
NASIONAL
MEDAN Persidangan perkara dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara, mengungkap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya ingin memimpin Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia bahkan men
NASIONAL
MEDAN Kecelakaan beruntun yang melibatkan empat truk terjadi di Tol BelawanMedanTanjung Morawa (Belmera), tepatnya di KM 5 Jalur B, Ke
PERISTIWA
SLAWI Masyarakat Tegal Bersatu (MTB) mengadukan dugaan pengondisian pengadaan barang dan jasa di lingkungan pendidikan Kabupaten Tegal k
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak para santri untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperkuat pers
PENDIDIKAN
JAKARTA Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa mempertimbangkan melaporkan Dian Sandi Utama ke Polda Metro Jaya setelah mendengar kesaksian
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Bupati Langkat nonaktif Syah Afandin alias Ondim membantah menerima uang dari kontraktor Yaqub Abdhal Al Mu&039arif dalam perkar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa mempertanyakan asalusul foto ijazah Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang beredar di me
HUKUM DAN KRIMINAL