Kajari Karo Minta Maaf soal Kasus Amsal Sitepu: “Kami Khilaf”
JAKARTA Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karo, Danke Rajagukguk, menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan pihak Kejari terkait kasus
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN -Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan keributan antara seorang konten kreator bernama Rahmat Hidayat atau yang dikenal dengan nama Aleh, dengan seorang pria bernama Helmy di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Pirngadi, Medan.
Dalam video tersebut, tampak keduanya terlibat adu mulut hingga saling berebut ponsel, dan diduga terjadi penganiayaan.
Rahmat Hidayat melalui akun Instagram pribadinya mengunggah video kejadian disertai narasi bahwa dirinya menjadi korban kekerasan.
Ia mengaku dipukul dan istrinya dihina dengan kata-kata kasar.
"Ini bukti video bahwasanya saya mendapatkan kekerasan fisik dan memaki istri saya dengan bahasa kotor. Perihal ini akan segera saya laporkan ke pihak yang berwajib. Bantu kawal kasus ini teman-teman agar saya dan keluarga mendapatkan keadilan. Niat baik malah berujung petaka," tulis Aleh dalam unggahannya.
Versi Helmy: Konten Kreator Diduga Ganggu Ketertiban RS
Namun, Helmy yang menjadi pihak berseteru dengan Aleh memiliki versi berbeda.
Ia menjelaskan bahwa kejadian berawal pada Jumat malam (4/4), sekitar pukul 23.40 WIB, saat ia sedang berada di rumah sakit untuk menjenguk kerabatnya yang baru selesai operasi akibat kecelakaan kerja.
Saat hendak pulang dan melewati area Instalasi Gawat Darurat (IGD), Helmy mengaku melihat sekelompok orang merekam video sambil melontarkan kata-kata yang tidak pantas terhadap tenaga kesehatan (nakes) dan membuat kegaduhan.
"Saya lihat sekelompok orang sambil merekam seperti membuat konten, melontarkan kata-kata kasar terhadap perawat/petugas rumah sakit," ujar Helmy.
Merasa terganggu, abang Helmy pun menegur kelompok tersebut agar menjaga ketenangan, mengingat banyak pasien yang butuh istirahat.
Namun, teguran tersebut justru berujung adu mulut.
Aleh dan istrinya disebut tidak terima dan diduga membalas dengan kata-kata yang memancing emosi.
"Konten kreator itu justru memaki dan bahkan mendoakan ibu saya jadi ODGJ. Saya refleks mendorong dia sambil mengingatkan agar menjaga sopan santun," ungkap Helmy.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait laporan kedua belah pihak.
Namun, video viral tersebut menuai berbagai tanggapan dari warganet yang terpecah antara membela konten kreator dan keluarga pasien.
Pihak RSUD Pirngadi Medan dikabarkan tengah mengevaluasi insiden tersebut dan akan segera mengeluarkan pernyataan resmi terkait ketertiban serta keamanan di lingkungan rumah sakit, khususnya di ruang IGD yang seharusnya menjadi tempat tenang untuk penanganan pasien.
(tb/a)
JAKARTA Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karo, Danke Rajagukguk, menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan pihak Kejari terkait kasus
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Polisi kembali memeriksa pasangan selebritas Dude Harlino dan Alyssa Soebandono terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan pe
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH TENGAH Puluhan warga di Aceh Tengah kembali menghadapi keterisoliran setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Selas
PERISTIWA
ACEH BESAR Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) melakukan pertemuan strategis dengan PT Solusi Bangun Andalas (SBA) pada Kamis (2/4/20
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Nursyam, SH, MHum, melantik Diana Febriana Lubis, SH, MKn sebagai Ketua Pengadilan Negeri
NASIONAL
ACEH BARAT Dalam suasana hangat pascaLebaran, Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan W
PENDIDIKAN
JAKARTA Pemerintah terus menyempurnakan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas nasional. Ha
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan resmi menyiapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi pegawai negeri sipil setiap hari Jumat. Hal ini disampa
PEMERINTAHAN
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup koreksi 2,19 persen atau 157,66 poin ke level 7.026 pada penutupan perdagangan Kamis
EKONOMI
JAKARTA Komisi III DPR RI mendalami dugaan intimidasi yang dilakukan oknum Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo terhadap mantan terdakwa Amsal
NASIONAL