Ketika Negarawan Gagal Menjaga Lidah di Negeri Majemuk
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
MEDAN -Penangkapan Fredy Sagala oleh pihak Polrestabes Medan pada Sabtu, 6 April 2025, atas dugaan kasus pembunuhan, menuai sorotan dari pihak keluarga.
Sang ibu, Metiana Silalahi, menyampaikan keluhan atas dugaan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap anaknya.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Metiana mengaku kecewa dan merasa tidak mendapat kejelasan dari pihak berwenang sejak awal penangkapan Fredy.
Ia menyebut bahwa saat penangkapan terjadi, anaknya tidak melakukan perlawanan, namun justru mengalami pemukulan oleh beberapa anggota polisi.
"Anak saya saat ditangkap tidak melakukan perlawanan. Tapi malah dipukul oleh polisi. Itu yang saya sesalkan," ujar Metiana, Minggu (13/4/2025).
Tidak hanya itu, ia juga mengaku sempat mengalami kesulitan dalam mengakses informasi mengenai keberadaan Fredy setelah penangkapan dilakukan. Bahkan, ia menyebut sempat dihalangi untuk melihat kondisi anaknya di dalam tahanan.
"Kami sempat tidak tahu di mana Fredy dibawa, dan saat kami ingin menjenguknya, sempat dihalangi. Saat akhirnya kami bisa melihatnya, kondisinya sudah berbeda," tambah Metiana.
Yang paling membuat keluarga terpukul adalah kondisi terkini Fredy. Menurut pengakuan Fredy kepada keluarganya saat dijenguk di tahanan Polsek Sunggal, ia mengalami luka tembak di kedua kakinya. Fredy mengklaim bahwa saat ditembak, matanya dalam keadaan tertutup.
"Kami menduga kekerasan terhadap Fredy sudah di luar batas kemanusiaan. Anak saya ditembak di kedua kakinya padahal tidak melawan," ucap Metiana sedih.
Pihak keluarga menyatakan akan menghormati proses hukum yang berlaku dan menyerahkan sepenuhnya kasus pembunuhan yang menjerat Fredy kepada aparat penegak hukum. Namun, mereka meminta agar tindakan kekerasan yang dialami Fredy juga diusut tuntas.
"Saya meminta Kapolda Sumut untuk mengusut dugaan kekerasan terhadap anak saya. Kami juga meminta agar Fredy segera divisum untuk memastikan bukti-bukti luka akibat kekerasan," tegas Metiana.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kepolisian mengenai dugaan kekerasan yang disampaikan keluarga Fredy Sagala.*
(bs/J006)
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
JAKARTA Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pengalamannya saat masih menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Gerakan Pemuda Ka&039bah (GPK) Imam Fauzan A. Uskara membantah tudingan adanya pemecatan massal ratusan pengurus Dewa
POLITIK
JAKARTA PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan dua kapalnya, Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih berada di kawa
NASIONAL
JAKARTA Politikus PAN Surya Utama alias Uya Kuya melaporkan dugaan penyebaran berita bohong yang mencatut namanya ke Polda Metro Jaya. Lap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Google dilaporkan menggandeng perusahaan kacamata EssilorLuxottica untuk memperkuat pengembangan kacamata pintar berbasis Android
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan penyelesaian seluruh berkas layanan pertanaha
NASIONAL
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor), Kamser Maroloan Sitanggang, menyampaikan surat terbuka kepada Komisi III
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Gelombang kejahatan penipuan atau scam di sektor keuangan digital kian mengkhawatirkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat to
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menekankan pentingnya pemikiran geopolitik dalam menjaga arah dan kepenting
POLITIK