Serangan terhadap Andrie Yunus: Anggota DPR Minta Negara Lindungi Aktivis dan Pembela HAM
JAKARTA Anggota DPR RI Komisi XIII, Mafirion, mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Kapolres Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly menyatakan pihaknya belum dapat memastikan adanya unsur pidana dalam kasus kematian bocah berusia lima tahun, A, yang diduga menjadi korban pemerkosaan oleh ayah kandungnya. Pernyataan ini disampaikan usai adanya laporan terkait tewasnya A, yang diduga mengalami infeksi vagina, di mana sebagian besar pihak mengaitkan peristiwa tersebut dengan tindakan kekerasan seksual.
Nicolas mengungkapkan, hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima hasil otopsi dari tim dokter forensik. “Sampai saat ini kami belum mendapatkan hasil otopsi resmi dari ahli, sehingga kami belum bisa menentukan apakah ada tindak pidana atau tidak,” jelasnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (17/12/2024).Menurutnya, hasil otopsi yang dilakukan oleh pihak medis forensik akan menjadi landasan untuk menentukan langkah selanjutnya dalam penyelidikan kasus ini. Ia memastikan bahwa apabila ditemukan indikasi tindak pidana, polisi akan segera menaikkan status perkara ini ke tahap penyidikan.”Kalau ada, kita akan naikkan ke tahap penyidikan. Setelah itu, kita akan melakukan kegiatan-kegiatan upaya paksa,” tambah Kapolres.
Namun, ia juga menyatakan bahwa pihak kepolisian belum bisa memastikan kapan hasil otopsi tersebut akan keluar. Hal ini bergantung pada jadwal dari pihak kedokteran forensik yang menangani proses tersebut.Kombes Nicolas mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah memeriksa ayah korban, yang saat ini menjadi orang yang paling dicurigai. Namun, menurut pengakuan sang ayah, ia membantah telah melakukan tindakan pemerkosaan terhadap anaknya. “Itu kan image yang dibangun kepada masyarakat, tapi dalam pemeriksaan kami, berita acara yang disampaikan itu apa adanya, bahwa dia tidak pernah melakukan hal yang menyimpang daripada apa yang diselain sebagai seorang ayah dan anak,” ucapnya.Di sisi lain, keluarga korban juga memberikan keterangan terkait kematian A. E, yang merupakan tante dari korban, mengatakan bahwa pada awalnya kondisi A tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan seksual. “Saat itu A mengalami batuk, badan hangat, dan buang-buang air. Pas dibawa ke dokter anak, kata dokter anak itu langsung dibawa ke rumah sakit saja,” ujar E, yang tinggal bersebelahan dengan rumah korban. (JOHANSIRAIT)
JAKARTA Anggota DPR RI Komisi XIII, Mafirion, mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dalam rangka membangun silaturahmi dan kolaborasi di bulan suci Ramadan, Anggota DPR RI Komisi XIII, Kombes Pol (Purn) Dr. Maruli
POLITIK
MEDAN Seorang pria bernama Eriza Wilmana (43), warga Kabupaten Deli Serdang, mengungkapkan keluhannya terhadap kinerja penyidik Ditreskr
HUKUM DAN KRIMINAL
SIMALUNGUN Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Simalungun kembali mel
PEMERINTAHAN
BATU BARA Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., melakukan Safari Ramadhan 1447 Hijriyah Pemerintah Kabupaten Batu Bara ber
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas membantah klaim yang menyebutkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengala
EKONOMI
JAKARTA Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat berpotensi mengguncang perekonomian global, termasuk Indon
EKONOMI
ACEH TIMUR Sebanyak 19 nelayan asal Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, dilaporkan ditangkap oleh otoritas laut Thailand pada 11 Maret
NASIONAL
JAKARTA Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengunjungi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Sabtu (14/3/2026) untuk member
POLITIK
JAKARTA Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri, bersama Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, mengunjungi Po
NASIONAL