Malam Ke-4 Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar Ajak Umat Muslim Berhias dengan Akhlak Mulia
MEDAN Pada malam ke4 bulan suci Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar memberikan tausyiah singkat kepada jamaah Mesjid Isti&039adah di J
AGAMA
MEDAN -Rekaman suara percakapan yang diduga melibatkan staf pribadi anggota DPRD Medan berinisial AS, mendadak viral dan menuai sorotan publik.
Dalam rekaman berdurasi lebih dari dua menit itu, terdengar suara pria meminta sejumlah uang kepada seorang pelaku usaha biliar di Jalan Sekip, Medan, diduga sebagai bentuk "setoran" kepada anggota dewan.
Diduga kuat, permintaan tersebut dilakukan dengan dalih pengurusan izin operasional, pajak, dan ancaman dibawa ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Medan jika tidak dituruti.
Dalam rekaman, sang pengusaha bahkan diminta langsung menemui anggota dewan untuk memastikan usahanya tidak diganggu.
Dalam klarifikasi yang beredar Kamis (1/5/2025), pria bernama Aris Siregar, yang mengaku sebagai staf anggota DPRD Medan, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Ia mengakui bahwa suara dalam rekaman itu adalah miliknya.
"Saya Aris Siregar, staf anggota DPRD Medan, sungguh-sungguh meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi atas beredarnya rekaman suara terkait pengurusan perizinan salah satu usaha biliar," ujarnya dalam video klarifikasi.
Aris mengaku bahwa percakapan tersebut merupakan inisiatif pribadi dan bukan perintah dari anggota DPRD tempat ia bekerja.
Ia berdalih, permintaan itu bermula dari hubungan pertemanan lamanya dengan pihak pengusaha biliar, Topoy alias Adrian, yang disebut sebagai perekam dalam video.
"Saya betul-betul meminta maaf kepada semua pihak yang dirugikan. Ini murni kesilapan saya pribadi," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Medan, Ali Sipahutar, menegaskan bahwa AS bukan staf resmi DPRD, melainkan staf pribadi anggota dewan.
Pihaknya akan melakukan pendalaman terkait dugaan permintaan uang yang melibatkan nama DPRD Medan.
"Saya tahu AS itu bukan staf DPRD, mungkin staf pribadi. Soal pengakuan barunya saya belum monitor lagi," jelas Ali.
Kasus ini menambah panjang deretan dugaan praktik pungli oleh oknum yang berkaitan dengan lembaga legislatif daerah.
Sebelumnya, telah beredar pula isu mengenai permintaan uang setoran oleh oknum terhadap tempat hiburan malam dan spa di Medan, dengan nominal hingga ratusan juta rupiah.
Polemik ini memunculkan desakan publik agar DPRD Medan bersikap tegas, transparan, dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap para staf dan lingkup kerja anggota dewan agar marwah lembaga tidak tercoreng.*
(tm/a008)
MEDAN Pada malam ke4 bulan suci Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar memberikan tausyiah singkat kepada jamaah Mesjid Isti&039adah di J
AGAMA
MEDAN Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh anggota Polri menjalani tes urine menyusul kasus eks Kapolres Bima AKB
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Bupati Deli Serdang dr. Asri Ludin Tambunan bersama Wakil Bupati Lom Lom Suwondo meresmikan kantor baru Dinas Pemadam Kebak
PEMERINTAHAN
ACEH TIMUR Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur menyalurkan bantuan logistik dari Kapolri kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi teratas dalam survei popularitas menteri Kabinet Merah Putih versi Indeks
NASIONAL
JAKARTA Hasil survei nasional terbaru Indekstat menempatkan sektor ekonomi sebagai isu paling mendesak yang harus segera diselesaikan ol
EKONOMI
JAKARTA Survei terbaru Indekstat mengungkap bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program pemerintahan PrabowoGibran yang pa
PEMERINTAHAN
JAKARTA Survei terbaru lembaga Indekstat mengungkap ketidakpastian publik terhadap potensi kembalinya peran TNI dan Polri dalam politik
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Survei terbaru yang dirilis lembaga Indekstat menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat keyakinan publik terhadap masa dep
NASIONAL
ACEH TENGAH Lubang tanah raksasa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh, terus meluas hingga mencapai luas sekitar 27.000 meter persegi.
PERISTIWA