Dituding Minta 'Uang Damai' Rp 30 Juta Bebaskan Pekerja Spa, Polrestabes Medan Buka Suara
MEDAN Beredar isu personel kepolisian meminta uang Rp30 juta per orang untuk membebaskan tiga pekerja spa yang diamankan dalam penggerebeka
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN -Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Oloan Siahaan resmi dinonaktifkan selama satu bulan terkait peristiwa penembakan yang menewaskan satu dari dua remaja yang disebut menyerangnya. Keputusan ini diambil berdasarkan arahan dari Mabes Polri sebagai bagian dari proses pemeriksaan internal.
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, menyampaikan bahwa jabatan Kapolres merupakan kewenangan Mabes Polri dan langkah penonaktifan ini dilakukan untuk menjamin transparansi dalam proses penanganan kasus.
"Sesuai dengan arahan Mabes Polri, Pak Kapolres sebulan dulu dinonaktifkan dalam rangka pemeriksaan, karena yang menentukan jabatan Kapolres adalah Mabes Polri," ujar Whisnu di Mapolda Sumut, Selasa (6/5/2025).
Untuk mengisi kekosongan jabatan, pihak Polda Sumut telah menempatkan Kabagwassidik Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Wahyudi Rahman, sebagai pejabat sementara di Polres Pelabuhan Belawan.
"Kami menempatkan satu perwira di sana dalam pelayanan, AKBP Wahyudi," tambah Whisnu.
Tim Khusus dan Kompolnas Dilibatkan
Dalam rangka menjamin objektivitas dan transparansi penyelidikan, Polda Sumut membentuk tim khusus yang melibatkan berbagai unsur internal seperti Irwasda, Propam, Krimum, dan Labfor. Selain itu, Kompolnas juga diundang untuk turut memantau proses investigasi.
"Untuk transparansinya, kami membuat tim khusus dari Polda Sumut yang diketuai oleh Pak Irwasda bersama propam, krimum, labfor untuk memastikan transparansi kejadian tersebut," terang Whisnu.
Kapolda menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk menjamin penegakan hukum yang adil dan menjaga kepercayaan publik, terlebih dalam kasus yang menelan korban jiwa.
"Yang paling penting adalah bahwa Polri tetap menjaga keamanan masyarakat semuanya. Tapi bagaimanapun juga ada korban, kita harus sampaikan kepada masyarakat bahwa Polri harus transparan," tegasnya.
Peristiwa penembakan yang terjadi pada Minggu pagi itu memicu perhatian luas publik. Satu remaja dilaporkan tewas, sementara satu lainnya mengalami luka tembak. Tim investigasi kini bekerja untuk mengungkap kronologi pasti kejadian tersebut dan menetapkan apakah tindakan Oloan Siahaan sesuai prosedur atau tidak.*
(dc/J006)
MEDAN Beredar isu personel kepolisian meminta uang Rp30 juta per orang untuk membebaskan tiga pekerja spa yang diamankan dalam penggerebeka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Aktivis Terus Jadi Anti Pembual (Terjal) Luke Susilo meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menerima dan memeriksa permohonan Perselisih
POLITIK
BOGOR Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) menyelidiki keberadaan sebuah foto yang ditemukan Ombudsman Republik Indonesi
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Sumut memperkuat kolaborasi
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan memastikan kesiapan lahan untuk pembangunan fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Pemko M
PEMERINTAHAN
MEDAN Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap mengajak masyarakat kembali menghidupkan semangat gotong royong untuk menjaga kebersihan li
PEMERINTAHAN
TAPANULI TENGAH Banjir kembali melanda sejumlah permukiman warga di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, setelah hujan meng
PERISTIWA
DELI SERDANG Dua pria, Irwansyah alias Tepos (41) dan Indra Syahputra Sinaga alias Doyok (26), ditangkap polisi karena diduga terlibat pere
HUKUM DAN KRIMINAL
NAGOYA Rahmat Erwin Abdullah kembali mencatat prestasi besar setelah meraih medali emas angkat besi kelas 75 kilogram pada Asian Games 202
OLAHRAGA
BANDUNG Ketua Dewan Pertimbangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Joko Widodo meyakini PSI dapat berkembang menjadi partai besar. Dia me
POLITIK