Bupati Pekalongan Terjerat OTT, Kekayaannya Didominasi Properti Senilai Rp 74 M
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jawa Tengah, salah satunya menjerat Bupati P
POLITIK
JAKARTA - Aksi premanisme kembali mencoreng ketertiban ruang publik di Ibu Kota. Polres Metro Jakarta Pusat berhasil menangkap empat juru parkir liar yang diduga memeras sopir mobil box di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat. Salah satu pelaku diketahui merupakan oknum anggota organisasi masyarakat (ormas).
Para pelaku meminta uang parkir hingga Rp 20.000 secara paksa, disertai ancaman. Sopir yang menjadi korban, berinisial IF, mengaku hanya memberikan Rp 5.000, namun ditolak oleh para pelaku. Karena mendapat intimidasi dari empat pria berbadan besar yang mengaku sebagai petugas, korban akhirnya menyerahkan uangnya.
"Karena jumlah pelaku empat orang dan ada yang berbadan kekar, korban merasa tertekan sehingga terpaksa menyerahkan uangnya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Muhammad Firdaus, Sabtu (10/5/2025).
Oknum Ormas Koordinir Pungli
Salah satu pelaku, berinisial T (45), diketahui adalah oknum anggota ormas dan bertindak sebagai koordinator lapangan. Ia mengatur pemalakan uang parkir liar. Tiga pelaku lainnya yaitu F (52), I (41), dan H (51), merupakan pelaksana di lapangan yang langsung meminta uang dari pengemudi kendaraan.
Polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 660.000 dan kartu anggota ormas milik T. Keempat pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Mereka dijerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.
Bagian dari Operasi Brantas Jaya 2025
Penangkapan ini merupakan bagian dari Operasi Brantas Jaya 2025, yang dilakukan secara serentak di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Pusat. Dalam operasi yang sama, aparat menurunkan 109 bendera dan dua spanduk ormas yang terpasang sembarangan di ruang publik. Wilayah Sawah Besar tercatat paling banyak, yakni 32 bendera.
"Penurunan atribut ormas ini bagian dari penegakan aturan untuk menjaga ketertiban umum. Tidak boleh ada simbol kelompok yang menguasai ruang publik seenaknya," tegas Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto, juga menyatakan bahwa operasi anti premanisme menyasar siapa pun yang melakukan intimidasi di ruang publik, termasuk yang berlindung di balik nama ormas.
"Ormasnya boleh, tapi kalau anggotanya berperilaku preman, ya kita tindak. Tidak boleh ada yang membuat masyarakat takut," ujar Karyoto.*
(km/j006)
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jawa Tengah, salah satunya menjerat Bupati P
POLITIK
DOHA Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) RI, Mugiyanto, mengungkapkan situasi di Qatar hingga Selasa (3/3/2026) masih belum kondu
INTERNASIONAL
LABUHANBATU SELATAN Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), kembali menunjukkan keberpihakannya kepada masyarakat melalui pel
EKONOMI
MEDAN Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memastikan ketahanan pangan di wilayah ini dalam kondisi aman menghadapi masa Ra
EKONOMI
JAKARTA Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC), Ali Larijani, menyatakan bahwa Iran siap menghadapi konflik jangka panjang
INTERNASIONAL
NIAS Kejaksaan menahan pejabat berinisial JPZ di Kabupaten Nias, Sumatera Utara, pada Senin (2/3/2026). Penahanan dilakukan terkait dugaa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan hadir dalam sidang gugatan praperadilan yang diajukan eks Menteri Agama Yaqut Chol
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak ke zona hijau pada pembukaan perdagangan Selasa, 3 Maret 2026. Kenaikan ini
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di J
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga emas batangan Antam mengalami koreksi tipis pada Selasa, 3 Maret 2026. Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas Anta
EKONOMI