"Ini adalah hari ketiga kami terdampar di Doha, dalam perjalanan kami yang seharusnya menghadiri sidang Dewan HAM PBB di Jenewa," ujar Mugiyanto melalui keterangan video yang diunggah akun Instagram resmi Kemenham.
Dia menambahkan, belum ada kepastian kapan ruang udaraQatar maupun negara-negara sekitar akan dibuka, sehingga perjalanan WNI yang berada di kawasan itu turut terdampak.
Berdasarkan informasi dari Duta Besar Indonesia untuk Qatar, terdapat lebih dari 100 WNI yang terdampar di Bandara Hamad, Doha.
Selain Qatar, WNI di Uni Emirat Arab (Dubai), Kuwait, Arab Saudi, dan Bahrain juga mengalami kendala perjalanan akibat penutupan ruang udara dan peningkatan kewaspadaan keamanan.
"Kami hanya bisa berharap ruang udara segera dipulihkan dan perdamaian segera terwujud," imbuh Wamenham. Ia juga menekankan pentingnya warga Indonesia tetap tenang dan mengikuti arahan dari Dubes serta otoritas setempat.
Situasi ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang melibatkan serangan udara dan pertukaran rudal antara AS-Israel dengan Iran, yang menimbulkan kekhawatiran bagi warga sipil di kawasan Timur Tengah.*
(oz/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
Kondisi WNI di Qatar Terdampak Konflik Iran-AS-Israel, Wamenham Ungkap Situasi Terkini