BREAKING NEWS
Selasa, 27 Januari 2026

Kronologi Tewasnya 18 Anggota OPM dalam Kontak Senjata di Intan Jaya, Drone Bongkar Pergerakan OPM

Adelia Syafitri - Kamis, 15 Mei 2025 18:48 WIB
Kronologi Tewasnya 18 Anggota OPM dalam Kontak Senjata di Intan Jaya, Drone Bongkar Pergerakan OPM
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PAPUA TENGAH -Kontak senjata hebat antara aparat gabungan TNI-Polri dan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) pecah di sejumlah titik di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Selasa (13/5/2025).

Sebanyak 18 anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)–OPM dilaporkan tewas dalam operasi gabungan tersebut.

Bentrokan bersenjata ini melibatkan pasukan Satgas Rajawali 2 dan Yonif 500/Sikatan melawan kelompok bersenjata pimpinan Daniel Aibon Kogoya, Undius Kogoya, dan Josua Waker.

Pemantauan Drone Deteksi Pergerakan OPM

Awal mula kejadian bermula dari hasil pemantauan drone milik aparat yang mendeteksi lebih dari 80 orang diduga anggota OPM berkumpul secara tidak biasa di beberapa kampung: Sugapa Lama, Bambu Kuning, Dugusiga, Eknemba, dan Zanamba.

Informasi intelijen menyebutkan bahwa perkumpulan tersebut diduga untuk merencanakan serangan terhadap pembangunan Tower B3 di perbatasan Beoga.

Melihat indikasi ancaman, aparat langsung melancarkan operasi penyergapan secara tegas dan terukur.

Rangkaian Serangan dan Penindakan

Satu per satu anggota OPM berhasil dilumpuhkan.

Di Sugapa Lama, aparat menembak seorang anggota yang membawa senjata, lalu diikuti tindakan penyisiran lanjutan yang menewaskan beberapa lainnya.

Pengejaran berlanjut ke Kampung Dugusiga, Bambu Kuning, hingga Kampung Ndullamo.

Tindakan terkoordinasi aparat berhasil menewaskan total 18 anggota OPM dan menyita 1 pucuk senjata organik SS-1, serta bendera Bintang Kejora.

Identitas para korban belum sepenuhnya diketahui karena jenazah sebagian besar diseret dan dibawa kabur oleh rekan-rekan mereka.

Anak 6 Tahun Terkena Serpihan Peluru

Di tengah kontak tembak tersebut, seorang anak laki-laki bernama Minus Jegeseni (6) turut menjadi korban.

Ia terkena serpihan peluru di bagian telinga kiri saat berada di Kampung Dugusiga.

Minus segera dievakuasi menggunakan pesawat Reven Global Transport C-208B/PK-RVO dari Bandara Bilorai Sugapa ke RSUD Mimika pada Rabu (14/5/2025), dan kini dalam perawatan medis intensif.

Pengejaran Terus Berlanjut

Aparat keamanan masih terus melakukan pengepungan dan penyisiran di berbagai titik yang diduga menjadi tempat persembunyian sisa-sisa kelompok bersenjata.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjauhi wilayah rawan bentrokan demi keselamatan.*

(tb/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru