Gempa M6,7 Guncang Sulteng, BNPB Catat 1 Warga Tewas dan Ratusan Terdampak
PALU Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya di Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) dan menimbu
PERISTIWA
SEMARANG -Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) berhasil membekuk empat preman berkedok wartawan yang melakukan aksi pemerasan terhadap pengunjung hotel.
Dalam kasus ini, para tersangka mengintai tamu hotel yang menggunakan mobil mewah, lalu memeras mereka dengan modus mengaku sebagai wartawan media nasional.
Empat tersangka yang ditangkap adalah Herdyah Mayandini Giatayu (33), Abraham Marturia Siregar (26), Kevin Sitinjak (25), dan Indra Hermawan (30). Mereka ditangkap pada Selasa (13/5/2025), sementara tiga orang lainnya berhasil melarikan diri.
"Aksi mereka menyasar tamu hotel yang mengendarai mobil mewah. Mereka buntuti korban, lalu memotret dan mengaku sebagai wartawan dari media nasional seperti Kompas dan Detik," ujar Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio, dalam konferensi pers di Mapolda Jateng, Jumat (16/5).
Modus: Mengaku Wartawan, Minta Uang Puluhan Juta
Salah satu korban kasus ini merupakan tamu Hotel Alam Indah Gombel, Kota Semarang, yang kala itu sedang melakukan pertemuan, Jumat 14 Maret 2025. Korban kemudian diikuti hingga ke tempat kerjanya di kawasan Ruko Teras Bali, Kecamatan Mijen.
Di lokasi tersebut, para pelaku mendatangi korban dan mengaku wartawan dari media besar. Korban yang ketakutan akhirnya menuruti permintaan uang sebesar Rp150 juta. Namun setelah negosiasi, korban menyerahkan Rp12 juta yang ditransfer ke rekening pelaku. Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi pada 30 April 2025.
"Mereka targetkan warga ekonomi menengah atas. Korbannya dari kalangan DPRD, dokter, akademisi, hingga pengusaha," jelas Kombes Dwi.
Media Fiktif dan Jaringan Premanisme
Polda Jateng menemukan bahwa keempat pelaku menggunakan identitas dari media tidak terdaftar di Dewan Pers, yaitu Moralitynews, Mata Bidik, dan Siasat Kota. Dua pelaku berasal dari satu media yang sama.
"Kami periksa ke Dewan Pers, media mereka tidak jelas dan tidak terdaftar," tambahnya.
Dari pengakuan para pelaku, kelompok ini telah melakukan aksi pemerasan sebanyak 9 kali sejak tahun 2020. Mereka beraksi di:
PALU Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya di Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) dan menimbu
PERISTIWA
JAKARTA Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi menyampaikan adanya dugaan kejanggalan dalam salinan dokumen ijazah Presiden ke7 RI
POLITIK
Oleh Yakub F. IsmailDALAM beberapa bulan terakhir dunia benarbenar menghadapi badai perang yang begitu dahsyat dampaknya bagi seluruh send
OPINI
JAKARTA Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menyoroti dugaan keterlibatan kepentingan politik dalam sejumlah aksi mahasiswa
POLITIK
MEDAN Seorang mahasiswa berinisial CS (25) asal Tebing Tinggi, Sumatera Utara, ditangkap petugas di Bandara Internasional Kualanamu sete
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh Rasyid Siddiq, S.H., CDRA., CPLA.DI atas mejameja kekuasaan, angkaangka ekonomi sering menjadi dasar pengambilan kebijakan. Pertumbu
OPINI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan, meski pemerintah memberlakukan moratoriu
NASIONAL
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong percepatan pemulihan di wilay
NASIONAL
JAKARTA Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menyoroti dugaan adanya keterlibatan aktor politik di balik aksi penolakan terha
POLITIK
MEDAN Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Binjai menyatakan dukungan kepada David Luther Lubis u
POLITIK