Golok Dibungkus Kardus Ditemukan di Tengah Demo DPR, Pembawanya Nyaris Diamuk Massa
JAKARTA Polisi menemukan benda diduga senjata tajam berupa golok di tengah kerumunan massa demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Ja
PERISTIWA
NTB -Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Gufron, mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk menindaklanjuti kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang pria difabel asal Nusa Tenggara Barat (NTB) berinisial IWAS dengan transparansi dan sesuai prosedur operasi standar (SOP). Gufron menekankan bahwa penanganan kasus ini sangat penting untuk memberikan keadilan bagi korban, yang mayoritas adalah anak-anak, sekaligus untuk memperbaiki citra kepolisian di mata publik.
“Ketika penanganan dilakukan dengan baik, transparan, dan sesuai prosedur, rasa keadilan dapat terwujud, terutama bagi para korban yang mayoritas adalah anak-anak,” ujar Gufron saat ditemui di auditorium gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada Jumat (13/12/2024).
Gufron mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh Polda NTB di bawah kepemimpinan Kapolda, yang menunjukkan responsifitas dan penanganan cepat terhadap kasus ini. “Dari pengawasan yang kami lakukan, termasuk pemantauan langsung oleh komisioner Kompolnas, kami melihat upaya yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur,” tambahnya.
Gufron memastikan bahwa Kompolnas akan terus memantau dan mengawasi perkembangan kasus ini, guna memastikan bahwa proses penyelidikan dilakukan sesuai dengan SOP yang berlaku. Hal ini, menurutnya, penting untuk menghindari potensi pelanggaran dan membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, IWAS alias AG (21), seorang pria difabel asal Mataram, NTB, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap setidaknya 17 wanita. Modus yang digunakan oleh IWAS adalah dengan memprofiling korban, di mana ia mencari wanita yang tampaknya sedang bermasalah atau sedang duduk sendirian di taman, yang ia anggap sebagai peluang untuk mendekati dan memanfaatkan mereka.
Menurut informasi, 13 korban yang sudah teridentifikasi termasuk di antaranya adalah korban yang masih di bawah umur. Polda NTB sudah menggelar rekonstruksi pada Rabu (11/12/2024) di tiga lokasi kejadian perkara, yakni di Taman Udayana, sebuah homestay, dan area sebelah utara kompleks Islamic Center.
Kasus ini juga menjadi sorotan karena melibatkan pelaku difabel. Rieke Diah Pitaloka, anggota DPR RI, juga menyatakan bahwa pelaku dan korban tidak dapat dilihat hanya berdasarkan status difabel atau tidak. “Pelecehan seksual adalah masalah serius yang harus ditangani tanpa pandang bulu, dan proses hukum harus berjalan tanpa diskriminasi,” ujar Rieke.
Kompolnas menegaskan bahwa penanganan yang transparan dan profesional dalam kasus ini sangat penting, baik untuk memberikan keadilan kepada para korban maupun untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia.
Saat ini, Polda NTB masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut terkait kasus dugaan pelecehan seksual ini. Polisi juga terus menggali informasi terkait pelaku dan mencari tahu apakah ada korban lain yang belum teridentifikasi. Gufron berharap agar kasus ini segera mendapat titik terang dan dapat diselesaikan dengan transparan dan sesuai dengan hukum yang berlaku.
(N/014)
JAKARTA Polisi menemukan benda diduga senjata tajam berupa golok di tengah kerumunan massa demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Ja
PERISTIWA
JAKARTA Polda Metro Jaya mendalami dugaan adanya kegiatan sosial yang digunakan sebagai modus untuk menunggangi demonstrasi di depan Gedun
NASIONAL
JAKARTA Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa menyatakan akan mengajukan keberatan atau eksepsi terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) d
NASIONAL
JAKARTA Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa mengatakan akan memanfaatkan persidangan perkara tudingan ijazah palsu Presiden ke7 Joko Widod
NASIONAL
JAKARTA Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menolak perlawanan yang diajukan mantan Menteri Agama Yaqut Choli
NASIONAL
JAKARTA Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu langsung dengan Ketua DPR RI Puan Maharani saat m
NASIONAL
JAKARTA Komisi X DPR RI meminta dugaan praktik rasuah dalam proses penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ti
NASIONAL
JAKARTA Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan pembahasan Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset ditargetkan rampung paling lambat 1
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Jawa Timur untuk menghadiri sekaligus membuka secara resmi Muktamar ke35 Nahdlatul Ulam
NASIONAL
JAKARTA Komisi I DPR RI menyetujui penjualan eks Kapal Republik Indonesia (KRI) Ki Hajar Dewantara364 melalui mekanisme lelang. Persetuju
NASIONAL