DPR Desak Usut Dugaan Dana Rp20 Juta untuk Alihkan Aksi Mahasiswa, Aktor di Baliknya Diminta Diungkap
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengusut tuntas dugaan pemberian uang s
NASIONAL
DEPOK -Kekerasan terhadap aparat penegak hukum kembali terjadi. Seorang jaksa dari Pusat Daskrimti Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, bernama Dymar Sasongko Kurniadi (44), dibacok oleh orang tak dikenal (OTK) saat perjalanan pulang ke rumah di Sawangan, Kota Depok, pada senin (26/5/2025) sekitar pukul 02.30 WIB.
Peristiwa bermula saat korban yang baru pulang dari pekerjaan, sempat berteduh karena hujan dan meminum kopi sebelum melanjutkan perjalanan pulang menggunakan sepeda motor. Saat melintas di kawasan Pengasinan, dua orang pelaku dengan motor berlawanan arah tiba-tiba memepet korban.
"Salah satu pelaku berteriak 'sikaaaat', lalu mengayunkan senjata tajam ke tangan korban, disusul teriakan 'mampus lu' setelah membacok," ungkap sumber kepolisian.
Akibat serangan itu, pergelangan tangan kanan korban mengalami luka parah. Berdasarkan hasil medis, urat kelingking korban putus dan menyebabkan jari tidak bisa digerakkan.
Jaksa Dymar kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, dan masih mengalami trauma berat.
Yang mengkhawatirkan, saat korban dilarikan ke rumah sakit, terlihat dua orang lain memantau dari jarak sekitar 1 KM. Meski belum diketahui keterkaitannya, dugaan intimidasi lanjutan tidak bisa diabaikan.
Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Bambang Prakoso, membenarkan laporan kejadian tersebut.
"Korban belum bisa dimintai keterangan karena kondisi trauma. Kami masih menyelidiki pelaku," ujarnya, Senin (26/5/2025).
Insiden ini menambah daftar kekerasan terhadap jaksa setelah sebelumnya jaksa Jhon Wesli Sinaga di Deliserdang juga mengalami pembacokan oleh anggota ormas.Pelaku dalam kasus tersebut telah ditangkap oleh Polda Sumatera Utara.
Merespons dua kasus pembacokan tersebut, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI, Harli Siregar, menyampaikan bahwa Kejaksaan membuka opsi perlindungan bagi jaksa di luar jam kerja.
"Negara harus hadir untuk melindungi jaksa dalam menjalankan tugas. Kalau perlu, pengamanan dilakukan di luar jam kantor," ujarnya di Jakarta.
Mengacu pada Perpres Nomor 66 Tahun 2025, Kejaksaan berhak meminta pengamanan dari Polri, TNI, BIN, hingga BAIS dalam rangka memastikan keselamatan aparat penegak hukum.
Harli juga mengecam keras aksi kekerasan ini, dan mengimbau masyarakat untuk menyalurkan ketidakpuasan hukum melalui jalur konstitusional.
"Bila ada protes terhadap proses hukum, salurannya ada. Bukan dengan kekerasan terhadap jaksa," tegas Harli.
Hingga kini, pihak kepolisian masih memburu pelaku penyerangan terhadap jaksa Dymar. Kejaksaan juga menegaskan bahwa peristiwa ini tidak akan mengendurkan komitmen penegakan hukum.*
(tb/j006)
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengusut tuntas dugaan pemberian uang s
NASIONAL
JAKARTA Istri mantan Menteri Agama periode 20202024, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut, Eny Retno Yaqut, menyampaikan apresiasi atas l
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (25/6/2026) pagi. Mata ua
EKONOMI
JAKARTA Harga cabai rawit merah masih menjadi komoditas pangan dengan harga tertinggi di tingkat pedagang eceran nasional pada Kamis (25
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan PT Antam Tbk pada perdagangan Kamis (25/6/2026) terpantau stabil di level Rp2.655.000 per gram. Meski harga
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada awal perdagangan Kamis (25/6/2026). Setelah sempat dibuka melemah di z
EKONOMI
JAKARTA Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyoroti kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,8 yang mengguncang w
NASIONAL
JAKARTA Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengklaim harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani kini mulai
EKONOMI
MEDAN Sejumlah wilayah di Kota Medan, Sumatera Utara, mengalami pemadaman listrik terjadwal pada Kamis (25/6/2026). Pemadaman dilakukan
NASIONAL