Prabowo Kaji Pemotongan Gaji Menteri dan Anggota DPR, Golkar Siap Mendukung
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengkaji berbagai langkah penghematan untuk menghadapi dampak perang di Timur Tengah yang berpotensi m
POLITIK
SULTENG -Sebanyak 56 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Untad) terancam sanksi akademik berat setelah terungkap terlibat dalam praktik jual beli nilai. Hal ini disampaikan langsung oleh Dekan Fakultas Hukum Untad, Awaluddin, di ruang kerjanya, Senin (2/6/2025).
Menurut Awaluddin, tingkat pelanggaran para mahasiswa tersebut bervariasi, sehingga sanksi yang diberikan pun disesuaikan. Sanksi berat berupa skorsing selama dua semester atau satu tahun, sanksi sedang berupa skorsing satu semester, dan sanksi ringan berupa teguran keras.
"Langkah ini kami ambil untuk memberikan efek jera dan menjaga marwah fakultas hukum. Ini bukan tempat pelanggaran hukum, tapi tempat mencetak penegak hukum," tegas Awaluddin.
Tak hanya itu, mahasiswa yang terbukti bersalah juga akan kehilangan hak atas fasilitas akademik seperti beasiswa, potongan UKT, dan tidak bisa meraih predikat cum laude saat yudisium.
Fakultas juga tengah memburu dua mahasiswa senior yang diduga sebagai otak intelektual kasus ini. Keduanya dilaporkan melarikan diri ke Pasangkayu, Sulawesi Barat, dan disebut menerima keuntungan paling besar dari praktik kotor tersebut.
"Kami tidak akan beri sanksi akademik kepada dua orang ini, tapi akan melaporkannya ke penegak hukum karena sudah masuk ranah pidana. Kami hanya menunggu kuasa dari rektor," jelasnya.
Selain mahasiswa, ada dugaan keterlibatan seorang mantan pegawai universitas yang memanfaatkan celah dari sistem akademik. Sistem tersebut kini sudah diperbaiki untuk mencegah kasus serupa.
Awaluddin menegaskan bahwa penyelidikan tidak akan pandang bulu. Jika ditemukan adanya pegawai atau dosen terlibat, pihaknya siap menyerahkan ke proses hukum.
"Kalau pegawai saya ikut terlibat, langsung saya pidanakan. Tidak ada kompromi," ujarnya.
Ia juga mengimbau mahasiswa hukum untuk menjaga integritas sejak dini, dan membuka layanan pengaduan dengan jaminan perlindungan identitas pelapor.
"Mahasiswa hukum adalah calon penegak hukum. Kalau dari awal sudah menyimpang, bagaimana hukum bisa ditegakkan nanti?" pungkasnya.*
(bs/j006)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengkaji berbagai langkah penghematan untuk menghadapi dampak perang di Timur Tengah yang berpotensi m
POLITIK
MEDAN Umat Buddha di Sumatera Utara menyalurkan 300 paket bahan pokok kepada masyarakat yang membutuhkan menjelang Hari Raya Idulfitri 1
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan dua orang tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Kabupaten Cilac
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengutuk keras teror penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang terdakwa kasus narkoba bernama Mahlul Ridha dilaporkan kabur usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Stabat, Kabup
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta kepolisian segera mengusut dan menangkap pelaku penyiraman air keras terhada
HUKUM DAN KRIMINAL
OlehProf. Dr. Prudensius MaringKEKERASAN terhadap individu yang menyuarakan kritik publik hampir tidak pernah dipahami masyarakat sebagai p
OPINI
MEDAN Kepolisian menggelar prarekonstruksi kasus penemuan mayat wanita berinisial RS, 19 tahun, yang ditemukan di dalam boks di Kota Med
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Partai Gerindra mewantiwanti masyarakat agar mengawasi penyelewengan BBM subsidi, khususnya solar. Partai ini menyiapkan hadiah
NASIONAL
ACEH UTARA Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Djamari Chania
PEMERINTAHAN