Tradisi Tahunan Jelang Ramadhan 1447 H, Warga Padangsidimpuan Antusias Belanja Daging
PADANGSIDIMPUAN Suasana menjelang 1 Ramadhan 1447 Hijriah di Kota Padangsidimpuan tampak lebih ramai dari biasanya, Rabu, 18 Februari 20
EKONOMI
JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap perkembangan terbaru kasus dugaan korupsi dana penunjang operasional dan program peningkatan pelayanan kedinasan kepala daerah di Papua.
Total kerugian negara dalam perkara ini ditaksir mencapai Rp1,2 triliun.
"Perhitungan kerugian negara mencapai Rp1,2 triliun," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (11/6).
Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Dius Enumbi, Bendahara Pengeluaran Pembantu Kepala Daerah Papua, sebagai tersangka.
Ia diduga memainkan peran kunci dalam praktik penggelembungan anggaran yang seharusnya digunakan untuk mendukung operasional pemerintahan daerah.
KPK juga memeriksa sejumlah saksi kunci, termasuk penyedia jasa penukaran valuta asing (money changer) di Jakarta berinisial WT.
Pemeriksaan terhadap saksi dilakukan untuk menelusuri aliran dana yang diduga berasal dari hasil korupsi, sebagai bagian dari upaya pemulihan aset (asset recovery).
Kasus ini merupakan pengembangan dari temuan awal KPK dalam perkara suap yang menjerat mantan Gubernur Papua, Lukas Enembe.
KPK sebelumnya mengendus adanya penyelewengan dana operasional kepala daerah sejak 2019 hingga 2022, dengan besaran mencapai sekitar Rp1 triliun per tahun.
"Dana operasional yang bersangkutan itu rata-rata setiap tahun sekitar Rp1 triliunan, dan sebagian besar setelah kita telisik ternyata dibelanjakan untuk biaya makan dan minum," ungkap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi sebelumnya pada 27 Juni 2023.
Menurut Alex, penggunaan dana operasional dalam jumlah fantastis tersebut tidak sesuai dengan ketentuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan menyalahi prinsip efisiensi serta akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
KPK menegaskan komitmennya untuk terus membongkar jaringan korupsi di Papua, terutama yang berkaitan dengan penyalahgunaan anggaran negara.
Penyelidikan dipastikan akan terus berkembang seiring ditemukannya bukti baru dan aliran dana yang mengarah ke pihak lain.
"Kami akan menelusuri lebih lanjut dan membuka kemungkinan adanya tersangka baru berdasarkan bukti dan pengembangan perkara," kata Budi.
Skandal ini kembali menyorot lemahnya pengawasan terhadap penggunaan dana operasional kepala daerah di sejumlah wilayah, khususnya di daerah dengan anggaran otonomi khusus (otsus) yang besar seperti Papua.*
(mt/a008)
PADANGSIDIMPUAN Suasana menjelang 1 Ramadhan 1447 Hijriah di Kota Padangsidimpuan tampak lebih ramai dari biasanya, Rabu, 18 Februari 20
EKONOMI
BADUNG Kapolda Bali Daniel Adityajaya menegaskan bahwa keamanan merupakan prasyarat utama pembangunan. Tanpa stabilitas yang kuat, kata
NASIONAL
TAPSEL Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan menuntaskan rehabilitasi Jembatan Aramco di Lingkungan
NASIONAL
MEDAN Perayaan Imlek 2577 menjadi momentum silaturahmi antara Pemerintah Kota Medan dan tokoh masyarakat Tionghoa Sumatera Utara. Wali K
PEMERINTAHAN
LABUSEL BupatiLabuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang kembali menegaskan komitmennya membangun dari desa. Selasa, 17 Februari 2026
PEMERINTAHAN
JAKARTA Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Habiburokhman mempertanyakan langkah Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang
POLITIK
JAKARTA Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan seluruh fasilitas kesehatan terdampak bencana di Sumatera ditargetkan rampung d
KESEHATAN
TANGGERANG SELATAN Sebuah gudang ban di kawasan Bintaro, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, hangus dilalap api pada Rabu (18/2/2026).
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mendorong pemerintah untuk segera membuka akses bantuan kemanusiaan dari warga Aceh yang tingg
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Menteri Perhubungan periode 20192024, Budi Karya Sumadi, sebagai saksi dalam kas
HUKUM DAN KRIMINAL