Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
MEDAN – Seorang pria bernama Eko viral di media sosial setelah aksinya mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN) sekaligus prajurit Kopassus Grup 3, terekam kamera saat mendatangi sebuah toko emas di Jalan Karya Bakti, Kecamatan Medan Johor, Kamis malam (26/6/2025).
Dalam video yang beredar luas, Eko terlihat mengenakan kaus hitam lengan panjang dan membawa tas berisi senjata api, sembari menunjukkan lencana identitas yang diklaim milik BIN kepada pemilik toko.
Aksi tersebut menimbulkan ketegangan dan kekhawatiran masyarakat sekitar.
Pemilik Toko Rinsil Jewelry, Oky, menyampaikan bahwa insiden ini bermula dari adik Eko yang dikenal dengan sapaan Boneng, yang kerap melakukan orderan fiktif ke sejumlah titik sekitar lokasi usahanya, termasuk ke rumah warga sekitar.
"Adiknya sering bikin orderan fiktif, dari baju sampai jilbab, pakai sistem COD. Banyak driver ojol yang datang ke tempat kami dan bilang mereka kena tipu," ujar Oky, Jumat (27/6/2025).
Akibat gangguan tersebut, Oky akhirnya menutup akses bagian belakang tokonya.
Tindakan itu rupanya memicu kemarahan dari Boneng dan berujung pada cekcok antara keduanya.
Tak lama setelah adu mulut dengan Boneng, Oky menerima pesan ancaman melalui WhatsApp dari Eko yang mengklaim dirinya adalah anggota BIN dan Kopassus.
Tak hanya itu, Eko juga datang langsung ke toko emas Oky sambil membawa senjata api dan menunjukkan lencana.
"Dia bilang anggota BIN, Kopassus Grup 3, bawa pistol dan lencana ke toko saya. Dia enggak terima adiknya diperlakukan begitu," jelas Oky.
Yang mengejutkan, Oky mengaku sempat dikunjungi oleh ayah dari Boneng dan Eko, namun alih-alih menengahi, sang ayah justru menyatakan sikap tidak peduli.
"Bapaknya malah bilang, 'udah bunuh saja anak saya'. Saya bilang itu tetap anak bapak," ungkap Oky.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak TNI atau BIN terkait status dan identitas Eko.
Warga setempat berharap aparat segera turun tangan menyelidiki kebenaran status pelaku dan memastikan tidak ada penyalahgunaan simbol atau atribut lembaga negara.*
(d/a008)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL