
Saldo DANA Gratis Hingga Rp444.000! Mainkan Aplikasi Penghasil Uang Populer 2025
JAKARTA Siapa yang tidak tertarik mendapatkan saldo DANA gratis? Kini, kamu berkesempatan menambah saldo ewalletmu hingga Rp444.000 hanya
EkonomiJAKARTA – Perusahaan penyedia layanan investasi aset kripto, PT Pintu Kemana Saja (Pintu), membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), khususnya terkait dengan dugaan investasi dari salah satu tersangka dalam kasus akuisisi PT Jembatan Nusantara (JN) oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Tersangka yang dimaksud adalah Adjie, pemilik PT JN, yang disebut-sebut pernah melakukan investasi melalui platform Pintu.
Dugaan tersebut muncul usai penyidik KPK memeriksa Direktur Utama PT Pintu Kemana Saja, Andrew Pascalis Adjiputro, pada Rabu (25/6/2025).
Baca Juga:
Melalui pernyataan resmi yang dirilis Selasa (8/7/2025), Public Relations Pintu, Yoga Samudera, menegaskan bahwa Adjie bukanlah pengguna, pelanggan, maupun mitra dari perusahaan.
"PT Pintu Kemana Saja (PINTU) menegaskan bahwa tersangka dalam kasus yang sedang didalami KPK bukan merupakan pengguna, pelanggan, ataupun mitra dari kami," kata Yoga dalam keterangan tertulis.
Baca Juga:
Lebih lanjut, Pintu menyampaikan dukungan penuh terhadap proses hukum yang tengah dijalankan oleh lembaga antirasuah tersebut.
Menurut Yoga, sejumlah pihak dari Pintu telah diperiksa sebagai saksi dan kooperatif memberikan data serta informasi yang diperlukan oleh penyidik.
"Kami diminta hadir sebagai saksi dan sejak awal bersikap sangat kooperatif. Dukungan masyarakat dan pengguna kepada kami juga sangat positif," ujar Yoga.
Pintu juga menyampaikan keyakinannya bahwa industri kripto akan berkembang secara sehat dan berintegritas jika pelaku usaha bersikap transparan serta aktif dalam mendukung pemberantasan kejahatan keuangan.
Sebelumnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa penyidik tengah mendalami dugaan adanya aliran dana dari hasil korupsi ke dalam aset kripto, termasuk melalui platform Pintu.
Meski demikian, ia tidak merinci apakah KPK akan menyita aset tersebut.
"Jika terbukti aset berasal dari tindak pidana korupsi, maka tentu akan dilakukan penyitaan sebagai bagian dari upaya pemulihan kerugian negara," ujar Budi.
JAKARTA Siapa yang tidak tertarik mendapatkan saldo DANA gratis? Kini, kamu berkesempatan menambah saldo ewalletmu hingga Rp444.000 hanya
EkonomiJAKARTA UTARA Rumah kediaman anggota DPR dari Partai NasDem, Ahmad Sahroni, yang terletak di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakart
NasionalJAKARTA Rumah kediaman politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Ahmad Sahroni yang terletak di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dikepung ol
NasionalSIKKA Kodim 1603/Sikka, melalui jajaran Koramil, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjual beras Stabilisasi Pasokan dan Harga
EkonomiPADANG SIDIMPUAN Ratusan jamaah Sholat Dzuhur bersama, termasuk komunitas ojek online (ojol) di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, mengg
NasionalMEDAN Pemerintah Kota (Pemkot) Medan, Sumatera Utara, resmi menunda sementara kegiatan Car Free Night (CFN) yang dijadwalkan pada Sabtu
PariwisataSIMALUNGUN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menyalurkan lebih dari 69 ton beras premium kepada masyarakat yang tersebar di 32 keca
EkonomiTANGERANG Stand Kabupaten Simalungun mencuri perhatian pengunjung di ajang Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2025 yang digelar di Indonesia Conven
EkonomiJAKARTA Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengingatkan bahwa aksi demonstrasi yang memanas da
EkonomiBOGOR Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat bicara soal desakan agar dirinya mundur dari jabatannya, pasca insiden tewasnya pengemu
Nasional