"Tough Guy", Sinyal Indonesia Penentu di BoP?
Oleh Michael F. Umbas. TIDAK semua pertemuan tingkat tinggi dunia melahirkan sejarah. Banyak di antaranya yang berlalu sekadar menjadi aja
OPINI
JAKARTA — Bareskrim Polri melalui Satgas Pangan hari ini memeriksa empat perusahaan produsen beras premium terkait dugaan pelanggaran mutu dan praktik pengoplosan, usai temuan dari Kementerian Pertanian (Kementan).
Direktur Tipideksus Bareskrim, Brigjen Pol Helfi Assegaf, menyampaikan bahwa pemanggilan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut laporan Kementan.
"Iya betul," ujarnya singkat kepada wartawan.
Keempat produsen yang dimintai keterangan antara lain:
1. Wilmar Group – merek Sania, Sovia, Fortune, Siip (10 sampel dari Aceh, Lampung, Sulsel, Jabodetabek, Yogyakarta).
2. Food Station – merek Alfamidi Setra Pulen, Beras Premium Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, dan lainnya (9 sampel dari Sulsel, Kalsel, Jabar, Aceh).
3. PT Belitang Panen Raya – merek Raja Platinum, Raja Ultima (7 sampel dari Sulsel, Jateng, Kalsel, Jabar, Aceh, Jabodetabek)
4. PT Sentosa Utama Lestari / Japfa Group – merek Ayana (3 sampel dari Yogyakarta, Jabodetabek).
Kementan menemukan 212 merek beras premium terindikasi terlibat dalam pengoplosan dan pelanggaran mutu.
Berdasarkan uji laboratorium bersama Satgas Pangan, Kejagung, dan Badan Pangan Nasional:
- 85,56% sampel beras premium tidak memenuhi standar mutu
- 59,78% dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET)
- 21% kemasan tidak sesuai bobot tercantum
Kerugian ekonomis akibat praktik tersebut diperkirakan mencapai Rp 99 triliun.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah mengirim surat kepada Jaksa Agung untuk penyelidikan lanjutan.
Para produsen yang terbukti melanggar dapat dikenai sanksi pidana hingga 5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.
Pakar pertanian Suardi Bakri menyatakan praktik ini terungkap setelah terjadinya anomali harga meski suplai tercukupi.
Akibatnya, ia menekankan pentingnya pemantauan rutin oleh Satgas Pangan Polri untuk menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga.
"Satgas pangan ini harus rutin monitor di pasar, jika ditemukan anomali seperti stok melimpah tetapi harga tinggi, itu bisa indikasi praktik nakal," jelas Suardi.*
(di/a008)
Oleh Michael F. Umbas. TIDAK semua pertemuan tingkat tinggi dunia melahirkan sejarah. Banyak di antaranya yang berlalu sekadar menjadi aja
OPINI
DENPASAR Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri pelantikan Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar, I Ketut Sukewati Lanang Putra Per
NASIONAL
WASHINGTON DC Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika terbaru terkait kebijakan t
EKONOMI
MEDAN Bulan Ramadhan menjadi momentum utama bagi umat Muslim untuk meraih pahala berlimpah.Selain menahan lapar dan dahaga, ada sejumlah
AGAMA
DELI SERDANG Perayaan Imlek Bersama seDeli Serdang Tahun 2026 M/2577 Kongzili berlangsung meriah di Kito Convention Hall, Kecamatan Tan
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Kabupaten Deli Serdang menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan sekaligus iklim investasi yang ramah lingk
PEMERINTAHAN
SITAHUIS Plh. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Ernita Naibaho, bersama mitra pem
PEMERINTAHAN
BATU BARA Polemik pengelolaan anggaran Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) KeXVII Kabupaten Batu Bara Tahun Anggaran
NASIONAL
DENPASAR Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putri Suastini Koster menekankan perlunya perhatian serius terhadap kasus HIV/AIDS yang masih me
KESEHATAN
DENPASAR Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putri Suastini Koster memberikan dukungan penuh kepada Rasha Azzahra, siswi kelas XI SMAS Santo
NASIONAL