Prabowo Minta Kementerian Pinjamkan Aset Nganggur untuk Percepat Sekolah Rakyat
TABANAN Presiden Prabowo Subianto meminta kementerian dan lembaga untuk meminjamkan aset bangunan yang tidak terpakai agar dapat dimanfa
NASIONAL
JAKARTA – Langkah Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menangkap lima pelaku pengakal sistem promosi situs judi online (judol) menuai sorotan dari anggota Komisi IIIDPR RI, Sarifuddin Sudding.
Ia menilai tindakan tersebut justru memunculkan pertanyaan besar terkait keberpihakan penegak hukum dalam pemberantasan praktik ilegal yang kian marak di masyarakat.
"Seharusnya yang disikat itu bandarnya. Ini justru yang ditangkap orang-orang yang 'merugikan' bandar. Kalau yang melapor adalah bandarnya, kenapa tidak sekalian ditangkap juga?" ujar Sudding, Sabtu (9/8/2025).
Menurut politisi senior di Komisi Hukum DPR itu, penangkapan terhadap pelaku teknis yang disebut membobol sistem cashback situs judol justru mengesankan keberpihakan kepada pihak yang seharusnya ditindak tegas.
"Ini seperti membiarkan akar kejahatan tetap tumbuh, dan hanya memangkas rantingnya. Kan ironis," katanya.
Sudding menyebut kasus ini sekaligus menunjukkan bahwa sistem promosi situs judi online berjalan secara ilegal dan masif, namun belum tersentuh secara menyeluruh oleh aparat.
"Pertanyaannya bukan siapa yang mengakali sistem, tapi kenapa sistem judi online yang ilegal ini bisa terus beroperasi tanpa disentuh aparat?" tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendesak dilakukannya audit total terhadap operasional situs-situs judi online, khususnya yang aktif di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Termasuk penelusuran terhadap aliran dana, penggunaan dompet digital, hingga kemungkinan jejaring kerja sistematis yang memungkinkan situs-situs tersebut tetap eksis.
"Kalau serius memberantas judi online, tidak cukup hanya menangkap pelaku teknis di permukaan. Perlu keberanian politik dan integritas hukum untuk menyentuh para pengendali utama," ujarnya.
Diketahui sebelumnya, Polda DIY mengamankan lima tersangka dalam penggerebekan di sebuah rumah di Banguntapan, Kabupaten Bantul, pada Kamis, 10 Juli 2025.
Para pelaku dituduh memanfaatkan celah teknis pada sistem promosi situs judol dengan menggunakan puluhan akun secara terorganisir.
Kelima pelaku yang ditangkap adalah:
- RDS (32), warga Bantul, bertindak sebagai koordinator
- EN (31) dan DA (22), warga Bantul
- NF (25), warga Kebumen
- PA (24), warga Magelang
RDS disebut meraup keuntungan hingga Rp50 juta per bulan, sementara empat operator lainnya menerima bayaran Rp1,5 juta per minggu.
Meski disebut berdasarkan laporan masyarakat, sejumlah pihak menduga laporan tersebut berasal dari bandar yang merasa dirugikan oleh aktivitas para tersangka.*
(ok/a008)
TABANAN Presiden Prabowo Subianto meminta kementerian dan lembaga untuk meminjamkan aset bangunan yang tidak terpakai agar dapat dimanfa
NASIONAL
BENER MERIAH Gempa bumi dengan magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Minggu (7/6/2026) siang. Badan Meteo
PERISTIWA
BANDA ACEH Kepulangan jemaah haji Embarkasi Aceh Tahun 1447 H/2026 M dijadwalkan berlangsung selama 16 hari, mulai 15 hingga 30 Juni 202
NASIONAL
JAKARTA Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyebut Presiden Partai Buruh Said Iqbal akan
NASIONAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merespons usulan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai yang menginginkan agar war
NASIONAL
TABANAN Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa upaya untuk mewujudkan kehidupan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia membutuhkan
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia agar dapat digunakan pada Tahun Ajaran 2
NASIONAL
MEDAN Presiden ke7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan menyaksikan langsung pertandingan Piala AFF U19 antara Tim
NASIONAL
TABANAN Presiden Prabowo Subianto mengaku puas sekaligus gembira melihat perkembangan program Sekolah Rakyat yang kini mulai mendapatkan
PENDIDIKAN
TABANAN Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan motivasi kepada para siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 di Tabanan, Bali
NASIONAL