Garuda Muda Tumbang 0-1 dari Australia, Gagal ke Final AFF U-19 2026
MEDAN Langkah Timnas U19 Indonesia menuju final Piala AFF U19 2026 terhenti setelah takluk 01 dari Australia pada babak semifinal yan
OLAHRAGA
JAKARTA -Polisi terus menyelidiki motif di balik tindakan tragis yang dilakukan remaja MAS (14), yang membunuh ayah dan neneknya serta melukai ibunya di Cilandak, Jakarta Selatan. Dugaan awal yang menyebutkan bahwa aksi tersebut dipicu oleh paksaan belajar dari orang tua telah dibantah oleh pihak kepolisian setelah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi, menjelaskan bahwa MAS mengaku tidak merasa dipaksa belajar oleh keluarganya. Ia menyebut permintaan belajar dari orang tua merupakan hal biasa dan tidak menjadi pemicu emosi negatif terhadap keluarganya.
“Setelah kami tanyakan, dia memang disuruh belajar, tapi itu sudah menjadi kebiasaan dari ibu dan bapaknya. Dia sendiri bilang itu bukan paksaan. Dia mengerjakannya dengan senang hati,” kata Nurma, Rabu (4/12/2024).
Meski demikian, Nurma menyatakan motif utama tindakan MAS masih dalam pendalaman pihak kepolisian.
MAS dilaporkan menangis dan menunjukkan penyesalan mendalam saat diperiksa oleh polisi. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Rahmat Idnal, menyatakan bahwa pelaku berulang kali menyampaikan rasa penyesalannya.
“Iya (menangis saat diperiksa), dan berulang kali mengatakan menyesal,” ujar Ade.
Selain itu, MAS juga meminta maaf kepada ibunya yang saat ini masih dirawat di rumah sakit akibat luka tusuk. Ia berharap bisa bertemu ibunya dan mendoakan kesembuhannya.
“Dia (MAS) minta disampaikan permohonan maaf ke ibunya dan berharap ibunya segera sembuh,” jelas AKP Nurma.
Kasus ini terjadi pada Sabtu dini hari, 30 November 2024. Dalam insiden tersebut, ayah MAS, APW (40), dan neneknya, RM (69), meninggal dunia akibat luka serius, sementara ibunya, AP (40), mengalami luka tusuk dan saat ini dalam perawatan intensif.
Penyelidikan awal mengungkap bahwa MAS mengaku mendengar “bisikan meresahkan” sebelum melakukan aksi pembunuhan. Polisi tengah mendalami lebih lanjut terkait kemungkinan kondisi psikologis pelaku yang memengaruhi tindakannya.
Polisi belum mengungkap motif pasti dari tindakan MAS. Penyelidikan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan alasan di balik kejadian tragis ini.
“Motif pembunuhan ini masih kami dalami,” kata Nurma.Kejadian ini menjadi peringatan akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama di kalangan remaja, serta komunikasi yang sehat dalam keluarga.
(N/014)
MEDAN Langkah Timnas U19 Indonesia menuju final Piala AFF U19 2026 terhenti setelah takluk 01 dari Australia pada babak semifinal yan
OLAHRAGA
DELI SERDANG Tim nasional Indonesia U19 harus mengakhiri langkahnya di Piala AFF U19 2026 setelah kalah tipis 01 dari Australia pada
OLAHRAGA
BANDA ACEH Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, meminta pemerinta
NASIONAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menerima audiensi jajaran PT Pertamina di ruang kerjanya, Kamis (11/6/2026). Pertem
NASIONAL
Oleh Yakub F. IsmailKebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi merupakan sebuah langkah yang penuh liku.Kebij
OPINI
SIMALUNGUN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Forum Komunikasi Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Sel
PEMERINTAHAN
SIMALUNGUN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak seluruh bupati dan wali kota di daerah itu untuk menyukse
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan menerima putusan banding terhadap terpidana kasus korupsi tata kelola minyak, Muhammad Kerry
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan aliran suap yang diterima mantan Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto, dengan nilai menca
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komedian Praz Teguh memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya pada Kamis, 11 Juni 2026, terkait kasus dugaan penipuan dan pengg
HUKUM DAN KRIMINAL