BPA Luncurkan BPA Fair 2026, Dorong Optimalisasi Lelang Aset Negara dengan Target Rp100 Miliar Lebih
JAKARTA Badan Pemulihan Aset (BPA) resmi meluncurkan BPA Fair 2026 sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pemulihan aset negar
EKONOMI
JAKARTA -Polisi terus menyelidiki motif di balik tindakan tragis yang dilakukan remaja MAS (14), yang membunuh ayah dan neneknya serta melukai ibunya di Cilandak, Jakarta Selatan. Dugaan awal yang menyebutkan bahwa aksi tersebut dipicu oleh paksaan belajar dari orang tua telah dibantah oleh pihak kepolisian setelah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi, menjelaskan bahwa MAS mengaku tidak merasa dipaksa belajar oleh keluarganya. Ia menyebut permintaan belajar dari orang tua merupakan hal biasa dan tidak menjadi pemicu emosi negatif terhadap keluarganya.
“Setelah kami tanyakan, dia memang disuruh belajar, tapi itu sudah menjadi kebiasaan dari ibu dan bapaknya. Dia sendiri bilang itu bukan paksaan. Dia mengerjakannya dengan senang hati,” kata Nurma, Rabu (4/12/2024).
Meski demikian, Nurma menyatakan motif utama tindakan MAS masih dalam pendalaman pihak kepolisian.
MAS dilaporkan menangis dan menunjukkan penyesalan mendalam saat diperiksa oleh polisi. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Rahmat Idnal, menyatakan bahwa pelaku berulang kali menyampaikan rasa penyesalannya.
“Iya (menangis saat diperiksa), dan berulang kali mengatakan menyesal,” ujar Ade.
Selain itu, MAS juga meminta maaf kepada ibunya yang saat ini masih dirawat di rumah sakit akibat luka tusuk. Ia berharap bisa bertemu ibunya dan mendoakan kesembuhannya.
“Dia (MAS) minta disampaikan permohonan maaf ke ibunya dan berharap ibunya segera sembuh,” jelas AKP Nurma.
Kasus ini terjadi pada Sabtu dini hari, 30 November 2024. Dalam insiden tersebut, ayah MAS, APW (40), dan neneknya, RM (69), meninggal dunia akibat luka serius, sementara ibunya, AP (40), mengalami luka tusuk dan saat ini dalam perawatan intensif.
Penyelidikan awal mengungkap bahwa MAS mengaku mendengar “bisikan meresahkan” sebelum melakukan aksi pembunuhan. Polisi tengah mendalami lebih lanjut terkait kemungkinan kondisi psikologis pelaku yang memengaruhi tindakannya.
Polisi belum mengungkap motif pasti dari tindakan MAS. Penyelidikan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan alasan di balik kejadian tragis ini.
“Motif pembunuhan ini masih kami dalami,” kata Nurma.Kejadian ini menjadi peringatan akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama di kalangan remaja, serta komunikasi yang sehat dalam keluarga.
(N/014)
JAKARTA Badan Pemulihan Aset (BPA) resmi meluncurkan BPA Fair 2026 sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pemulihan aset negar
EKONOMI
MEDAN Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada Saiful Bahri alias Pon (47), kurir narkotika
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa Rancangan UndangUndan
POLITIK
BATU BARA Wacana pemekaran wilayah yang mengusung pembentukan Provinsi Sumatera Pantai Timur kembali memantik perhatian publik. Kali ini
POLITIK
JAKARTA Pemerintah terus mendorong penguatan ketahanan energi nasional melalui diversifikasi bauran energi, termasuk opsi pengembangan P
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Indonesia saat ini berada dalam kondisi survival mode ekonomi di tengah
EKONOMI
MEDAN Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya perusahaan menyesuaikan penugasan peserta magang dengan latar be
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberikan klarifikasi terkait pernyataannya mengenai kebutuhan hingga 19.000 e
EKONOMI
JAKARTA Tim penasihat hukum mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menyampaikan keberatan atas perce
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengingatkan bahwa risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2026 diper
PEMERINTAHAN