Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA - Kasus penculikan dan pembunuhan terhadap Ilham Pradipta, seorang Kepala Cabang (Kacab) bank di Jakarta, terus menuai perhatian publik. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan tangan, kaki, dan mata terikat menggunakan lakban, di wilayah Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8/2025).
Polisi telah menangkap satu dari beberapa pelaku utama, yaitu Eras (28), yang dikenal sebagai debt collector. Eras ditangkap di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, NTT, saat mencoba melarikan diri ke kampung halamannya di Manggarai Timur.
Ditangkap di Bandara, Hendak Kabur ke NTT
Menurut Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat AKP Lufthi Darmawan Aditya, penangkapan dilakukan usai koordinasi antara Polres Manggarai Barat dan Polda Metro Jaya.
"Pelaku akhirnya ditangkap petugas saat turun dari pesawat. Diduga akan melarikan diri ke kampung halamannya," ungkap Lufthi, Kamis malam (21/8).
Saat ditangkap, Eras mengenakan pakaian serba hitam dan langsung diamankan oleh petugas. Ia kemudian dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Peran Pelaku: Penculik, Bukan Eksekutor
Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Resa Fiardi Marasabessy menjelaskan bahwa Eras dan tiga tersangka lainnya berperan sebagai penculik korban. Mereka menculik Ilham dari sebuah parkiran supermarket di Ciracas, Jakarta Timur, pada Rabu (20/8).
"Empat pelaku yang sudah diamankan ini adalah yang menculik, bukan yang membunuh," ujar Resa.
Keterangan para pelaku saat ini masih didalami, termasuk motif di balik penculikan yang berujung kematian tersebut.
Diculik Usai Meeting, Dibunuh oleh Eksekutor
Kanit IV Subdit Resmob AKP Charles Bagaisar menyampaikan bahwa korban diculik tak lama setelah menghadiri meeting kantor bersama sejumlah rekan kerjanya.
"Korban habis meeting kantor, sama teman-teman kantornya juga," jelas Charles.
Korban kemudian diserahkan ke pihak eksekutor, yang hingga kini masih dalam pengejaran polisi. Jasad korban ditemukan dalam kondisi tragis, dengan seluruh anggota tubuh terikat lakban.
Dimakamkan di Dekat Makam Orang Tua
Korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Bogor, tepat di samping makam kedua orang tuanya, dalam suasana duka mendalam dari pihak keluarga.
Kasus ini menjadi perhatian publik luas, mengingat latar belakang korban sebagai pekerja profesional perbankan dan kejahatan yang dilakukan dengan tingkat kekejaman tinggi. Polisi terus mengembangkan kasus dan memburu pelaku eksekusi.*
(d/j006)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL