BREAKING NEWS
Kamis, 02 Juli 2026

Yusril Ihza Mahendra Bahas Transfer Narapidana Bali Nine dengan Mendagri Australia, Tony Burke

BITVonline.com - Selasa, 03 Desember 2024 10:17 WIB
Yusril Ihza Mahendra Bahas Transfer Narapidana Bali Nine dengan Mendagri Australia, Tony Burke
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Menteri Koordinator Bidang Hukum, Politik, dan Keamanan (Menko Kumham) Yusril Ihza Mahendra mengadakan pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Australia, Tony Burke, di kantor Kemenko Kumham. Pertemuan tersebut membahas soal proses transfer narapidana Bali Nine, yang menjadi isu penting dalam hubungan antara Indonesia dan Australia.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (3/12), Yusril mengungkapkan bahwa pihak Australia telah mengajukan permintaan resmi untuk repatriasi narapidana Bali Nine yang ditangkap pada tahun 2005 karena menyelundupkan 8 kilogram heroin ke Australia. “Dalam pertemuan ini juga disinggung mengenai surat yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Australia kepada saya, yaitu permintaan dari pemerintah Australia untuk melakukan repatriasi terhadap narapidana warga negara Australia yang terkenal dengan sebutan Bali Nine,” kata Yusril setelah pertemuan.

Yusril juga menyampaikan adanya kendala dalam mewujudkan transfer narapidana tersebut. Ia menjelaskan bahwa Indonesia dan Australia belum memiliki perjanjian resmi mengenai pemindahan atau tukar menukar narapidana. “Di Australia pun, kita dengan Australia pun, belum mempunyai perjanjian tentang pemindahan dan tukar menukar narapidana itu,” ujar Yusril.

Selain itu, Yusril menambahkan bahwa pemerintah Indonesia belum memberikan grasi kepada narapidana kasus narkotika sejak era Presiden Soeharto. Namun, ia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat mempertimbangkan hubungan baik antara kedua negara dalam proses tersebut. “Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama, masalah ini dapat didiskusikan dan dicapai suatu kesepakatan sehingga proses transfer of prisoners itu dapat dilaksanakan,” harap Yusril.

Pertemuan itu juga membahas permasalahan hukum lain yang menjadi perhatian kedua negara, khususnya terkait dengan isu penyelundupan manusia. Yusril menekankan pentingnya meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Australia dalam menghadapi masalah tersebut. “Memerlukan adanya peningkatan kerja sama antara kedua negara dalam menghadapi adanya penyelundupan manusia ini,” pungkasnya.

Pemerintah Indonesia dan Australia kini tengah mengupayakan dialog lebih lanjut untuk menyelesaikan berbagai isu hukum yang ada, termasuk kemungkinan adanya kesepakatan untuk mempermudah proses transfer narapidana antar kedua negara.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru