Viral! Siswa SMPN 1 Pantai Labu Buang MBG ke Jalan, Diduga Tak Layak Konsumsi
DELI SERDANG Aksi protes tak biasa dilakukan sejumlah siswa SMP Negeri 1 Pantai Labu setelah membuang puluhan paket program Makan Bergiz
PERISTIWA
JAKARTA - Jagat media sosial dihebohkan dengan viralnya petisi yang menolak pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae. Petisi yang dibuat di platform Change.org itu telah mengumpulkan lebih dari 167 ribu tanda tangan hingga Jumat, 5 September 2025.
Kompol Cosmas sebelumnya dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) oleh Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) Polri, usai insiden ranpur Brimob yang menewaskan driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan (21) saat demonstrasi di Jakarta beberapa waktu lalu.
Petisi tersebut dibuat oleh akun bernama Mercy Jasinta, dan ditujukan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, KKEP Polri, serta pimpinan DPR RI. Isi petisi berupa surat terbuka yang menyuarakan keberatan masyarakat atas keputusan PTDH terhadap Kompol Cosmas.
"Kami yang bertanda tangan di bawah ini adalah keluarga besar, masyarakat Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur, serta sahabat dan rakyat kecil yang mencintai keadilan. Kami menolak keputusan PTDH terhadap Kompol Cosmas Kaju Gae," demikian bunyi surat tersebut.
Kompol Cosmas dikenal sebagai putra daerah dari Laja, Ngada, NTT, yang telah lama mengabdi di Satuan Brimob. Ia disebut oleh masyarakat sebagai sosok pahlawan yang berdedikasi dan telah menyelamatkan banyak orang, termasuk pejabat negara, dalam tugasnya mengamankan unjuk rasa.
"Beliau telah mengabdi dengan keberanian dan tanggung jawab. Bagi kami, beliau adalah pahlawan yang mengharumkan nama daerah dan keluarga besar," tulis Mercy dalam petisi tersebut.
Dalam sidang etik yang digelar Rabu malam (3/9/2025), Majelis KKEP memutuskan memberhentikan Kompol Cosmas secara tidak hormat. Usai putusan, Cosmas tak kuasa menahan air mata dan tampak terus menyeka wajahnya.
"Sesungguhnya saya hanya melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai perintah institusi dan komandan, dengan totalitas menjaga keamanan dan keselamatan seluruh anggota," ujar Cosmas sambil terisak.
Kompolnas sebelumnya menyatakan bahwa Bripka Rohmat, pengemudi ranpur Brimob, berada dalam kendali Kompol Cosmas saat kejadian yang menewaskan Affan Kurniawan. Bripka Rohmat sendiri dijatuhi sanksi demosi selama 7 tahun.
Petisi yang viral ini menuntut agar Kompol Cosmas mendapat sanksi yang lebih adil, tanpa harus kehilangan statusnya sebagai anggota Polri. Masyarakat meminta agar ada ruang rehabilitasi nama baik serta keadilan dalam penegakan kode etik. *
(j006)
DELI SERDANG Aksi protes tak biasa dilakukan sejumlah siswa SMP Negeri 1 Pantai Labu setelah membuang puluhan paket program Makan Bergiz
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan adanya perbedaan perlakuan pajak antara kendaraan ber
EKONOMI
PASURUAN Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari intervensi pemerin
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menolak wacana perubahan sistem pemilihan umum (Pemilu) menjadi pemilihan tid
POLITIK
JAKARTA Serikat Pekerja Kampus (SPK) menilai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum refleksi atas kondisi
PENDIDIKAN
MEDAN Kelompok Medan Teater menggelar Festival Musikalisasi Puisi bertajuk Kopi & Kepo di Taman Budaya Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Pemerintah tengah mengkalkulasi penyesuaian iuran BPJS Kesehatan tahun ini di tengah tekanan defisit program Jaminan Kesehatan N
KESEHATAN
JAKARTA Rencana pemerintah menurunkan potongan aplikasi transportasi daring menjadi 8 persen dari sebelumnya sekitar 20 persen dinilai t
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah membuka rekrutmen besarbesaran untuk 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Posisi ini menjadi salah s
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah mendorong pengembangan compressed natural gas (CNG) dalam kemasan tabung 3 kilogram sebagai alternatif pengganti liqu
EKONOMI