"Saya mencari Kajari yang punya otak, bukan yang bloon atau hanya pikirannya duit," imbuhnya lantang.
Jaksa Agung juga menekankan bahwa dengan lebih dari 1.300 jaksa berpangkat IIIA di seluruh Indonesia, seharusnya tidak sulit menemukan figur-figur profesional dan berintegritas untuk menduduki posisi strategis di institusi adhyaksa.Burhanuddin menyindir bahwa selama ini banyak usulan rotasi jabatan di lingkungan kejaksaan dilakukan hanya berdasarkan koneksi atau empati, bukan rekam jejak dan kinerja.
"Setiap Kajati-Kajari mau pindah, puluhan orang diusulkan. Tapi itu karena empati, bukan karena prestasi," sindirnya.Meski menyampaikan kritik, Burhanuddin memberikan apresiasi kepada jaksa-jaksa asal Bali yang dinilainya banyak menempati posisi kepala kejaksaan di berbagai daerah.
"Kajari di seluruh Indonesia, terbanyak itu orang Bali," ujarnya sambil tersenyum.Langkah tegas ini menunjukkan komitmen Jaksa Agung dalam memperbaiki kinerja internal kejaksaan, khususnya dalam penguatan penegakan hukum di bidang tindak pidana khusus.
Ia ingin lembaga Adhyaksa dipimpin oleh figur yang berwawasan, berprestasi, dan menjaga marwah institusi.