Kritik terhadap Pemerintah Penting, Gerindra: Yang Bermasalah Adalah Niat untuk Menghancurkan
JAKARTA Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam ke
NASIONAL
JAKARTA – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, kembali tidak memenuhi panggilan kedua dari penyidik terkait dugaan kasus pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Ketidakhadiran Firli pada panggilan yang dijadwalkan Kamis (28/11) menimbulkan spekulasi mengenai langkah polisi selanjutnya, termasuk kemungkinan penjemputan paksa.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Ade Safri Simanjuntak, menyatakan pihaknya masih melakukan konsolidasi untuk menentukan langkah lanjutan.
“Tim penyidik akan melakukan konsolidasi terkait hal ini, untuk menentukan langkah-langkah tindak lanjut dalam rangka penyidikan,” ujar Kombes Ade pada Jumat (29/11). Ia menambahkan, informasi mengenai langkah selanjutnya akan diumumkan setelah tim menyelesaikan pembahasan.
Firli tidak hadir dalam panggilan kedua berdasarkan informasi yang disampaikan oleh kuasa hukumnya, Ian Iskandar, pada Kamis pagi (28/11). Kuasa hukum menyampaikan alasan ketidakhadiran tersebut kepada penyidik pada pukul 10.54 WIB.
“Melalui kuasa hukumnya Ian Iskandar pada pukul 10.54 WIB pagi ini telah menyampaikan kepada penyidik bahwa tersangka FB tidak hadir memenuhi panggilan penyidik pada hari ini,” ungkap Kombes Ade.
Sebelumnya, polisi sudah melayangkan panggilan pertama pada pekan lalu, namun Firli juga tidak hadir. Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah Firli akan kembali dipanggil atau langsung dijemput paksa oleh pihak berwajib.
Kasus dugaan pemerasan ini pertama kali mencuat dari laporan masyarakat yang masuk ke Polda Metro Jaya pada 12 Agustus 2023. Dalam laporan tersebut, Firli diduga meminta sejumlah uang kepada Syahrul Yasin Limpo saat menjabat sebagai Ketua KPK.
Meskipun penyelidikan telah berjalan lebih dari setahun, kasus ini masih dalam tahap pengembangan. Beberapa kalangan mengkritik lambatnya penanganan kasus ini dan menuntut agar proses hukum dilakukan secara transparan.
Ketidakhadiran Firli pada dua panggilan berturut-turut menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan langkah tegas dari polisi. Sejumlah pihak mendesak agar penyidik segera mengambil tindakan berupa penjemputan paksa jika Firli terus mangkir dari panggilan berikutnya.
“Kalau memang dia terus mangkir, maka langkah hukum berupa jemput paksa bisa dilakukan agar proses penyidikan berjalan sesuai hukum,” ujar seorang pemerhati hukum kepada media.
Hingga kini, Polda Metro Jaya belum memberikan kepastian apakah opsi penjemputan paksa akan ditempuh. Kombes Ade hanya menegaskan bahwa keputusan akhir akan diambil setelah penyidik melakukan konsolidasi lebih lanjut.
(N/014)
JAKARTA Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam ke
NASIONAL
ACEH Upaya rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunj
PERTANIAN AGRIBISNIS
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang menerima kunjungan silaturahmi jajaran Program Keluarg
PEMERINTAHAN
ASAHAN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asahan menggelar Rapat Paripurna untuk mendengarkan pendapat akhir fraksifraksi
PEMERINTAHAN
MEDAN Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan Smartboard senilai Rp29,5 miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat mengungkap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., meminta aparat penegak huku
HUKUM DAN KRIMINAL
PEMATANGSIANTAR Tiga tersangka yang sempat masuk daftar pencarian dalam kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pria di kawasan Taman
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Aksi petarung Mixed Martial Arts (MMA) asal Sumatera Utara, Jeka Saragih, yang turun langsung memperbaiki jalan provinsi di dekat
NASIONAL
BANDA ACEH Bhayangkara Fest 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 terus menghadirkan berbagai kegiatan mena
NASIONAL
PURWOKERTO Jajaran rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama mahasiswa menyatakan penolakan terhadap program Makan Bergiz
PERISTIWA